Harga Plastik Melejit, DPRD Surabaya Desak Dinkop Turun Tangan Selamatkan UMKM

oleh -128 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 07 at 2.09.06 PM
Ghofar Ismail Sekretaris komisi B DPRD kota Surabaya (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya– Kenaikan harga plastik yang kian tak terkendali mulai meresahkan pelaku usaha di Kota Surabaya. Menanggapi fenomena ini, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya, Ghofar Ismail, meminta pemkot segera mengambil langkah konkret untuk melindungi keberlangsungan UMKM.

Ghofar menyebut melambungnya harga plastik ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Ketegangan global tersebut berdampak langsung pada rantai pasok dan harga bahan baku plastik dunia.

“Kenaikan harga ini sangat luar biasa, padahal kebutuhan plastik di Surabaya sangat tinggi, terutama bagi para pelaku UMKM yang bergantung pada plastik untuk operasional mereka,” ujar Ghofar, Selasa (7/4).

Melihat kondisi yang memberatkan pelaku usaha kecil ini, Ghofar mendesak Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya untuk segera turun ke lapangan. Ia menekankan pentingnya pemberian pelatihan mengenai kemasan alternatif ramah kantong guna menekan biaya produksi.

“Dinas Koperasi harus turun ke bawah memberikan pengarahan dan pelatihan. Kita harus mulai mengenalkan bahan pengganti plastik, seperti kardus atau kemasan lain yang lebih ekonomis namun tetap layak untuk penjualan UMKM,” lanjutnya.

Menurut Ghofar, peralihan kemasan dari plastik ke bahan non-plastik seperti kardus atau wadah ramah lingkungan lainnya menjadi solusi paling logis untuk mengirit pengeluaran UMKM di tengah harga plastik yang tinggi.

Selain edukasi kemasan, Ghofar juga mendorong dinas terkait untuk rutin melakukan inspeksi ke pasar-pasar dan toko grosir plastik. Tujuannya adalah untuk memantau stabilitas harga serta mencegah adanya praktik spekulasi yang semakin menyulitkan warga.

“Dinas harus rajin turba (turun ke bawah). Cek harga di pasar-pasar, pastikan stok aman dan harga tetap stabil. Ini adalah langkah pencegahan agar para pelaku UMKM kita tidak semakin ‘sambat’ (mengeluh) dan tetap bisa bertahan di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu ini,” tegas politisi tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.