KabarBaik.co – Hari pertama masuk sekolah di SDN Ujung V Surabaya pada Senin (5/1) tidak berjalan mulus. Rencana pelaksanaan upacara bendera dan senam bersama harus dibatalkan lantaran lapangan sekolah tergenang banjir akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Sekolah SDN Ujung V, Riyo Darminto, mengungkapkan bahwa kondisi lapangan saat ini sama sekali tidak layak untuk digunakan aktivitas siswa. Genangan air membuat area menjadi becek dan berisiko membasahi sepatu serta seragam anak-anak.
“Aktivitas anak-anak pastinya terganggu. Hari pertama ini kami diperintahkan untuk upacara dan senam, tapi tidak bisa dilaksanakan karena kami tidak punya lahan (yang kering). Lapangan kami setiap hujan selalu menggenang, sehingga kegiatan olahraga, upacara, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler tidak berjalan dengan baik,” ujar Riyo Darminto saat ditemui di sekolah.
Menurut Riyo, penyebab utama banjir menahun ini adalah posisi tanah sekolah yang lebih rendah dibandingkan lingkungan sekitar serta sistem irigasi yang tidak berfungsi. Air terjebak di area sekolah tanpa ada saluran pembuangan yang memadai. Kondisi ini dikabarkan sudah berlangsung lama, bahkan sebelum Riyo menjabat sebagai kepala sekolah sembilan bulan lalu.
Kondisi Gedung yang Memprihatinkan
Selain masalah banjir, Riyo juga menyoroti kondisi fisik bangunan sekolah, khususnya gedung sayap kiri yang dinilai rawan roboh jika diterjang angin kencang atau puting beliung. la berharap gedung tersebut segera direhabilitasi menjadi ruang serbaguna.
“Kami berharap gedung itu bisa direhab untuk tempat kegiatan guru dan anak-anak, seperti drama atau karawitan. Jadi ada ruang serbaguna yang aman untuk mereka,” tambahnya.
Apresiasi untuk Dinas Pendidikan dan DPRD
Meski menghadapi kendala infrastruktur, Riyo menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang baru dan Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, yang telah meninjau langsung kondisi sekolah.
Riyo menyebutkan bahwa usulan perbaikan telah diakomodasi dan diharapkan dapat segera terealisasi pada tahun anggaran 2026 ini.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pak Imam selaku anggota dewan di Komisi D dan terima kasih kepada Bu Kadis. Di hari pertama ini, mereka sudah langsung ‘gaspol’ untuk perbaikan dunia pendidikan di Surabaya. Kami berharap rencana anggaran 2026 ini benar-benar bisa terealisasi demi kenyamanan belajar siswa,” pungkasnya.(*)







