Hasil Autopsi Saksi Perampokan Sadis yang Tewas di Ladang Jagung Panceng, Diduga Alami Asfiksia

Editor: Andika DP
oleh -977 Dilihat
Polres Gresik saat melakukan olah TKP di ladang jagung Desa Wotan, Kecamatan Panceng. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co – Penemuan mayat seorang pemuda di ladang jagung wilayah Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik menggemparkan masyarakat. Pasalnya, malam sebelum ditemukan tewas, korban Sobikhul Alim dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Gresik, sebagai saksi kasus dugaan perampokan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, 13 Maret lalu.

Senin malam (25/3), pemudia 20 tahun asal Desa Imaan itu baru saja dimintai keterangan di Polres Gresik. Keterangannya diperlukan untuk menguak dugaan perampokan sadis yang menewaskan Wardatun Toyibah, 28.

Hal tersebut disampaikan Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Komang Andhika Haditya Prabu. Sayangnya, dari keterangan Sobikhul Alim itu kepolisian tidak mendapatkan informasi yang mendukung penyidikan.

“Kami tidak mendapatkan informasi tang mendukung penyidikan. Karena korban (Sobikhul Alim, red) tidak mengetahui fakta atau pertanyaan yang kami sampaikan,” beber Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik kepada awak media, Selasa (26/3).

Baca juga:  Naik Penyidikan, Polisi Periksa Balita 2,5 Tahun Saksi Kunci Perampokan Sadis di Dukun Gresik

Pertanyaan yang dimaksud berkaitan dengan sosok terduga pelaku perampokan. Yang diduga melakukan perampokan uang Rp 150 juta dan menghabisi nyawa korbannya Wardatun Toyibah.

Namun, Sobikhul mengaku jarang lagi bertemu dengan sosok yang dimaksud oleh tim penyidik. “Sehingga status korban hanya sebagai saksi untuk melengkapi keterangan saja. Bukan termasuk saksi kunci dalam berkas acara pemeriksaan (BAP),” terangnya.

Berkaitan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) jasad korban Sobikhul. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban korban. Namun penyidik mencurigai kondisi mulut korban yang berwarna biru pucat.

Baca juga:  Selidiki Pembacokan Dua Pemuda di Gresik, Polisi: Bukan Begal, Motif Lain

Terpisah, Tim Inafis Satreskrim Polres Gresik telah menyelesaikan proses autopso pada jasad Sobikhul Alim. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad luarnya. Hal tersebut diungkap Kanit Ident Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza.

Dijelaskan, korban saat ditemukan korban dalam keadaan terlentang. Menggunakan sarung warna merah dan kaos panjang warna hijau. Sobikhul Alim meninggal dunia di dekat gubuk. Kepalanya di atas batu.

Kendati tidak ditemukan tanda luka atau kekerasan, kepolisian telah mengambil sampek pada jasad korban untuk diuji pada laboratorium forensik Polda Jatim. Yakni pada sampel darah, kuku, dan lambung.

Kuat dugaan, kematian korban karena faktor organ dalam yang tidak berfungsi dengan baik. “Besar dugaan karena Asfiksia. Atau masalah sistem pernapasan yang diakibatkan oleh rendahnya kadar oksigen di dalam tubuh,” terang Hepi.

Baca juga:  Mayat Pemuda di Ladang Jagung Panceng Ternyata Saksi Perampokan Sadis Imaan

Hasil uji labfor diprediksi rampung pada hari ini (27/3). Pihaknya juga tengah berfokus menggali keterangan dari para saksi dan barang bukti yang telah dikumpulkan. Hal ini untuk mengungkap penyebab pasti dan kronologi kematian korban.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Wotan, Kecamatan Panceng digegerkan dengan penemuan mayat pemuda di ladang jagung, Selasa (26/3). Sekira pukul 06.00 WIB warga yang melintas melihat orang telentang di atas tanah. Setelah dicek sudah meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.