KabarBaik.co, Sidoarjoa – Dominasi absolut diperlihatkan Timnas Vietnam U-17 dalam partai final Piala AFF U-17 2026. Bertanding di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Jumat (24/4) malam, skuad The Golden Star sukses membungkam Malaysia dengan skor telak 3-0, sekaligus menasbihkan diri sebagai penguasa baru sepak bola remaja Asia Tenggara.
Kemenangan tersebut tidak hanya membawa trofi ke Hanoi, melainkan juga memecahkan rekor sejarah. Vietnam kini resmi menjadi tim tersukses dalam sejarah turnamen ini dengan koleksi empat gelar juara, melampaui pencapaian negara-negara rival lainnya.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Vietnam langsung memperagakan permainan menekan yang membuat barisan pertahanan Malaysia kelabakan. Hasilnya, baru 11 menit laga berjalan, Quy Vuong Dao berhasil memecah kebuntuan dan membawa Vietnam unggul.
Malaysia mencoba bangkit. Sayangnya, koordinasi apik lini tengah Vietnam justru membuahkan gol kedua di masa injury time babak pertama melalui kaki Nguyen Van Duong.
Memasuki babak kedua, alih-alih mengendurkan serangan, Vietnam justru semakin beringas. Nguyen Van Duong kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53, mencetak brace sekaligus mengunci kemenangan menjadi 3-0.
Harimau Malaya sempat mendapatkan napas saat drama VAR membatalkan kartu merah untuk Fareez Danial Fadzly, namun skor tetap tak berubah hingga laga usai. Malaysia pun harus puas membawa pulang predikat runner-up
Sementara itu, beberapa jam sebelum laga final, Australia berhasil mengamankan posisi ketiga dengan cara yang sangat impresif. Kecewa setelah disingkirkan Vietnam di semifinal, skuad Joeys melampiaskan amarah mereka ke gawang Laos.
Australia menang telak dengan skor mencolok 8-0. Sang ujung tombak, Georgio Hassarati, menjadi bintang utama dengan memborong 5 gol dalam satu laga. Hasil ini menegaskan bahwa Australia tetap menjadi kekuatan yang patut diwaspadai di level Asia, meski gagal mempertahankan gelar juara mereka.
Lupakan AFF, Garuda Asia Tatap “Grup Neraka” Piala Asia 2026
Meski euforia final menyelimuti Sidoarjo, Timnas Indonesia U-17 justru sudah harus bergegas membenahi diri. Pasca-kegagalan menembus semifinal di rumah sendiri, skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto langsung mengalihkan fokus total ke ajang yang lebih tinggi. Yakni, Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi.
Langkah Indonesia dipastikan tidak akan mudah. Berdasarkan hasil undian, Garuda Asia terjebak di Grup B yang disebut-sebut sebagai “Grup Neraka” karena dihuni oleh raksasa sepak bola Asia: Jepang, Tiongkok, dan Qatar.
Evaluasi total wajib dilakukan. Terutama pada aspek penyelesaian akhir dan mentalitas pemain. Turnamen Piala AFF U-17 2026 mesti menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia sebelum menghadapi Tiongkok di laga perdana pada 5 Mei mendatang.
Kabarnya, target besar pun telah dipatok federasi. Bahwa Indonesia berambisi menembus babak semifinal Piala Asia demi mengamankan tiket menuju Piala Dunia U-17 2026. Mampukah? (*)







