KabarBaik.co, India- Kejuaraan Dunia BWF 2026 kembali menghadirkan kejutan besar. Setelah juara bertahan sekaligus unggulan pertama Shi Yuqi tersingkir secara mengejutkan pada babak awal, kini giliran unggulan kedua Kunlavut Vitidsarn yang harus mengakhiri langkah lebih cepat.
Kunlavut, yang semula diproyeksikan sebagai kandidat terkuat merebut gelar setelah kepergian Shi Yuqi, takluk dari pemain Prancis Alex Lanier pada perempat final di Indira Gandhi Arena, New Delhi, Jumat (21/8).
Pertandingan berlangsung sengit hingga gim ketiga. Kunlavut sempat merebut gim pertama dengan skor 21-19. Namun, Lanier mampu membalikkan keadaan dengan memenangi dua gim berikutnya 21-16, 21-16.
Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi peta persaingan tunggal putra. Dalam hitungan beberapa hari, dua pemain yang menempati posisi teratas dalam daftar unggulan sudah sama-sama tersingkir.
Sebelum Kunlavut, Shi Yuqi lebih dahulu membuat kejutan besar pada hari pertama turnamen. Pemain China yang berstatus juara bertahan dan nomor satu dunia itu dikalahkan pemain muda India, Ayush Shetty, dalam pertandingan tiga gim, 21-14, 13-21, 21-19.
Jika tersingkirnya Shi Yuqi membuat jalur menuju gelar terbuka, kejatuhan Kunlavut kini membuat persaingan tersebut semakin sulit ditebak.
Prediksi Juara Berubah Total
Kunlavut sebelumnya menjadi pilihan paling rasional untuk melanjutkan dominasi setelah Shi Yuqi tersingkir. Statusnya sebagai juara dunia, pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi, serta kemampuannya bermain dalam rally panjang membuat pemain Thailand tersebut dianggap memiliki paket paling lengkap di antara para kandidat yang tersisa.
Namun, Lanier membuktikan bahwa reputasi dan pengalaman tidak selalu menjadi jaminan. Pemain Prancis itu mampu menjaga intensitas permainan setelah kehilangan gim pertama. Pada dua gim berikutnya, Lanier semakin berani mengambil inisiatif dan membuat Kunlavut kehilangan kendali atas pertandingan.
Kemenangan tersebut juga memperlihatkan betapa terbukanya persaingan tunggal putra pada Kejuaraan Dunia tahun ini. Tidak ada lagi Shi Yuqi. Tidak ada lagi Kunlavut. Dua unggulan teratas yang sebelum turnamen menjadi bagian utama dari proyeksi perebutan medali emas kini sama-sama telah tersingkir.
Lanier Kini Bukan Sekadar Kuda Hitam
Bagi Lanier, kemenangan atas Kunlavut memiliki arti jauh lebih besar daripada sekadar tiket semifinal. Dia kini menjadi salah satu kandidat serius untuk merebut gelar juara dunia.
Sebelumnya, nama Lanier belum ditempatkan di barisan terdepan dalam proyeksi perebutan gelar. Namun, kemenangan atas unggulan kedua sekaligus juara dunia menunjukkan bahwa pemain Prancis tersebut memiliki kapasitas untuk bertahan dalam pertandingan dengan tekanan besar.
Yang menarik, Lanier tidak harus menghadapi Shi Yuqi maupun Kunlavut dalam perjalanan menuju babak-babak akhir. Kondisi tersebut membuat jalurnya semakin terbuka.
Sementara itu, di nomor tunggal lain, langkah Rasmus Gemke akhirnya terhenti di tangan Victor Lai. Pemain Denmark itu sempat memberikan perlawanan sengit di awal gim pertama. Bahkan, sempat unggul beberapa poin. Namun, buah ketenangan pemain asal Kanada itu akhirnya langkah Gemke terhenti dengan skor 21-19, 21-18.
Sebelumnya, Gemke juga membuat kejutan dengan memulangkan andalan utama Indonesia Jonatan Christie melalui rubber game.
Kini, dua tiket semifinal tunggal putra masih tersisa. Satu sisi tengah diperebutkan antara Anders Antonsen (Denmark) melawan Kodai Naraoka (Jepang) dan satu lagi diperebutkan antara tunggal putra Indonesia Alwi Farhan berhadapan dengan Chou Tien Chen (Taiwan).
Kejutan-kejutan yang terjadi di New Delhi pun mengingatkan kembali pada Kejuaraan Dunia 2021. Yang jelas, duel belum akan berakhiri. Ssatu hal sudah jelas, setelah Shi Yuqi, Kunlavut Vitidsarn, dan Jonathan Christie, unggulan satu hingga ketiga tumbang, perebutan emas tunggal putra higga kini belum ada tanda-tanda siapa pemiliknya yang jelas. (*)






