Hasil Leg 2 Semifinal Piala AFF 2026: Bungkam Malaysia 2-0, Final Vietnam vs Thailand

oleh -116 Dilihat
RAFALESON
Rafaleson, pemain naturalisasi timnas Vietnam. (SeaAsia(

KabarBaik.co , Vitenam — Ancaman bayang-bayang keajaiban 2014 milik Malaysia resmi dimusnahkan oleh ketajaman penyerang naturalisasi Vietnam, Rafaelson. Menjamu Harimau Malaya pada leg kedua semifinal ASEAN Cup atau Piala AFF 2026 di Stadion Nasional My Dinh, Rabu (19/8) malam, skuad The Golden Star Warriors menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor 2-0. Hasil itu sekaligus menyegel tiket Grand Final lewat keunggulan agregat mutlak 4-0.

Tiba di Hanoi dengan ambisi mengejar ketertinggalan dua gol dari leg pertama di Kuala Lumpur, skuad asuhan Tan Cheng Hoe justru harus menelan pil pahit di hadapan publik tuan rumah. Harapan Malaysia untuk mengulang memori manis 12 tahun silam—saat menang 4-2 di lokasi yang sama—sirna akibat penampilan super efektif tim asuhan Kim Sang-sik yang bermain sangat disiplin dan mematikan dalam skema serangan balik.

Sadar berada dalam posisi wajib menang minimal selisih dua gol, Malaysia mencoba mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal berbunyi. Namun, organisasi pertahanan Vietnam yang digalang Bui Hoang Viet Anh dan Nguyen Thanh Chung tampil luar biasa rapat, sehingga membuat alur serangan lawan selalu kandas sebelum memasuki kotak penalti.

Momen pemecah kebuntuan terjadi pada babak kedua sesaat setelah keputusan krusial sang pelatih memasukkan Rafaelson (Nguyen Xuan Son) pada menit ke-58. Hanya tiga menit berada di lapangan, tepatnya pada menit ke-61, striker jangkung tersebut sukses mengonversi umpan terobosan tajam menjadi gol pertama setelah memenangi duel dan menaklukkan kiper Azri Ghani.

Malaysia yang makin terdesak berusaha menumpuk pemain di garis depan untuk mencetak gol balasan. Sayangnya, skema menyerang total tersebut meninggalkan celah menganga di lini belakang yang kembali dimanfaatkan secara sempurna oleh Vietnam. Pada menit ke-89, lewat sebuah serangan, Rafaelson mencetak gol keduanya (brace) sekaligus mengunci kemenangan 2-0 bagi tuan rumah dan menegaskan keunggulan agregat menjadi 4-0.

Meskipun Malaysia mampu mencatatkan penguasaan bola tipis sebesar 52 persen berbanding 48 persen milik Vietnam, statistik teknis pertandingan memperlihatkan ketimpangan yang sangat nyata dalam hal efektivitas serta kualitas peluang berbahaya di depan gawang.

Tingkat ancaman serangan Vietnam tergambar jelas melalui nilai Expected Goals (xG) yang mencapai angka 2.29 berbanding 0.36 milik Malaysia. Sepanjang sembilan puluh menit, Vietnam memberondong pertahanan tim tamu dengan lebih dari 24 kali tembakan di mana 10 di antaranya menemui sasaran, serta mampu menciptakan 3 peluang emas. Di sisi lain, Malaysia terlihat sangat kesulitan menembus barisan belakang tuan rumah dan hanya sanggup melepaskan 6 tembakan dengan 3 tembakan tepat sasaran.

Dalam hal disiplin dan eksekusi bola mati, Vietnam mencatatkan 11 kali tendangan sudut serta mengantongi 2 kartu kuning, sedangkan Malaysia hanya memperoleh 4 tendangan sudut. Dari segi distribusi bola, Malaysia menorehkan akurasi umpan 89 persen (344/385 umpan) berbanding 87 persen (299/345 umpan) milik Vietnam.

Keberhasilan menundukkan Malaysia membawa juara bertahan Vietnam melenggang mantap ke partai Grand Final ASEAN Cup 2026. Di laga puncak, armada Kim Sang-sik akan saling sikut melawan  Thailand, yang melaju seusai menyisihkan Singapura dengan agregat 4-3.

Kekalahan tersebut memperpanjang rekor kelam Malaysia saat bertandang ke Hanoi sekaligus memastikan mimpi mereka dapat merebut trofi regional tahun ini sirna. Sementara itu, pesta kemenangan bergelora di Stadion My Dinh menyambut langkah mantap Vietnam menuju pertarungan perebutan takhta tertinggi sepak bola Asia Tenggara. Apakah mahkota dapat tetap bertahan ataukah melayang ke Thailand? (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.