Hasil Pra-Sidang Isbat Kemenag RI: Idul Adha Bakal Serentak, Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026

oleh -205 Dilihat
IMG 20240409 WA0013
Aktivitas rukyatul hilal (Dok LFNU Jatim)

KabarBaik.co, Jakarta — Kabar gembira bagi umat Muslim di tanah air, perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M berpotensi besar akan berlangsung serentak. Berdasarkan hasil hisab terbaru dari Tim Kementerian Agama (Kemenag), posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia dilaporkan sudah sangat tinggi dan memenuhi syarat, sehingga awal Zulhijah diprediksi jatuh pada Senin (18/5), dan Hari Raya Kurban akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

​Prediksi dari pihak pemerintah tersebut sejalan dengan ketetapan yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang juga menetapkan 10 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan tanggal 27 Mei 2026. Kesamaan hasil hitungan matematis ini memberikan sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia tidak akan mengalami perbedaan hari raya pada tahun ini.

​Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa berdasarkan data astronomis, posisi hilal di langit Nusantara dari Sabang sampai Merauke pada hari pelaksanaan hisab (Ahad, 17/5) sudah melesat jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan oleh kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

​”Di wilayah NKRI telah memenuhi kriteria MABIMS awal bulan Kamariah sehingga tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Ini secara hisab,” terang Cecep dalam pemaparannya pada seminar pra-Sidang Isbat di Gedung HM Rasjidi Kemenag RI, Jakarta Pusat.

​Sebagai informasi, kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa awal bulan Hijriah dianggap sah atau memenuhi syarat imkanur rukyat apabila ketinggian hilal minimal mencapai 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.

​Dari data yang dihimpun, posisi hilal terendah di Indonesia terpantau di Merauke dengan ketinggian 3,29 derajat, sedangkan posisi tertinggi berada di Sabang mencapai 6,95 derajat. Sementara itu, untuk sudut elongasi juga sudah berada di atas standar baku, yakni berkisar antara 8,91 derajat di Merauke hingga 10,62 derajat di Sabang.

​Meskipun secara data hisab atau perhitungan astronomis posisi hilal sudah dipastikan sangat kuat dan menjanjikan kebersamaan, Kemenag tetap mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi Sidang Isbat. Keputusan final pemerintah akan tetap diketuk setelah mengonfirmasi hasil laporan pantauan langsung (rukyatul hilal) yang digelar di 88 titik strategis di seluruh wilayah Indonesia.

​Dengan adanya prediksi kuat ini, umat Muslim kini sudah bisa mulai mempersiapkan diri dengan tenang, baik dalam merencanakan pembelian hewan kurban, mempersiapkan ibadah, maupun menyusun agenda mudik atau libur panjang bersama keluarga.

Jutaan Jemaah Wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026

Sementara itu, Otoritas tertinggi Kerajaan Arab Saudi secara resmi telah menetapkan kalender puncak ibadah haji dan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Arab Saudi, ibadah wukuf di Padang Arafah yang menjadi inti ibadah haji akan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara itu, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah dipastikan jatuh keesokan harinya, yakni pada Rabu, 27 Mei 2026.

Pengumuman krusial bagi jutaan jemaah haji dari seluruh dunia ini dirilis secara resmi oleh kantor berita kerajaan, Saudi Press Agency (SPA). Keputusan diambil setelah Mahkamah Agung menggelar sidang konfirmasi hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) di berbagai titik strategis wilayah Arab Saudi pada Ahad malam (17/5).

“Bulan baru Zulhijah telah terlihat, menandakan dimulainya musim haji 1447 H. Puncak wukuf di Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei, dan Hari Raya Idul Adha akan dirayakan pada Rabu, 27 Mei,” demikian pernyataan resmi otoritas keagamaan Arab Saudi sebagaimana dikutip dari LBCI News.

Dengan dimulainya tanggal 1 Zulhijah 1447 H pada Senin, 18 Mei 2026, pergerakan jemaah haji menuju tempat-tempat suci akan segera dimulai. Jemaah dari berbagai belahan dunia dijadwalkan mulai bersiap menuju Mina sebelum nantinya berkumpul di Padang Arafah pada hari Selasa untuk melaksanakan wukuf dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Keluarnya keputusan resmi dari Riyadh ini juga memastikan bahwa perayaan Idul Adha tahun 2026 akan berlangsung serentak antara Arab Saudi dan Indonesia. Sebelumnya, Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI dan PP Muhammadiyah telah mengeluarkan proyeksi serupa bahwa Hari Raya Kurban di tanah air juga jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Seiring pengumuman jadwal wukuf dan Idul Adha ini, Pemerintah Arab Saudi juga dilaporkan telah mengaktifkan status kesiagaan penuh di seluruh fasilitas medis, transportasi, dan keamanan di area Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) demi menjamin kelancaran ibadah para tamu Allah.  (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.