KabarBaik.co, Thailand — Timnas voli putri Indonesia harus mengawali laga terakhir Leg 2 SEA V Cup 2026 dengan tekanan besar. Menghadapi Filipina, Minggu (9/8) siang WIB, skuad Garuda Putri tak mampu mempertahankan momentum dan harus menyerah telak 13-25 pada set pertama.
Pelatih kepala Marcos Sugiyama langsung menurunkan sejumlah pilar utama sejak awal pertandingan. Mediol Yoku, Ersandrina Devega, dan Arsela Nuari menjadi bagian dari komposisi awal Indonesia untuk menghadapi Filipina yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah secara mengejutkan menundukkan Vietnam 3-1.
Pertandingan sempat berjalan ketat pada awal set. Indonesia dan Filipina saling berbalas angka. Setiap poin terasa penting karena kedua tim belum mampu menciptakan keunggulan yang berarti.
Indonesia akhirnya lebih dulu mencapai technical time out (TTO) pertama dengan keunggulan tipis 8-7. Namun, situasi berubah setelah jeda.
Filipina mulai menemukan celah dari serangan Indonesia. Beberapa upaya serangan Garuda Putri berhasil dibaca dengan baik oleh pemain-pemain Filipina melalui blok yang rapat.
Filipina kemudian berbalik unggul 10-8. Indonesia berusaha menjaga jarak agar tidak semakin melebar. Laga kembali berlangsung dalam tempo tinggi dengan kedua tim silih berganti mendapatkan poin.
Namun, memasuki pertengahan set, Filipina mulai menunjukkan dominasinya.
Monster block menjadi salah satu senjata utama Filipina untuk meredam serangan Indonesia. Tidak hanya itu, sejumlah kesalahan serangan atau attack error dari hitter Indonesia juga membuat Filipina semakin nyaman mengumpulkan angka.
Tekanan semakin terasa ketika Filipina berhasil memperlebar keunggulan hingga 16-11 pada TTO kedua. Situasi tersebut membuat permainan anak asuh Marcos Sugiyama terlihat berada dalam tekanan.
Filipina justru semakin agresif. Mereka mampu mempertahankan momentum dan menciptakan delapan poin beruntun, membuat Indonesia kesulitan keluar dari tekanan.
Sugiyama mencoba mengubah komposisi permainan dengan melakukan pergantian pemain, termasuk memasukkan Arneta Putri dan Gendhis untuk memberikan variasi permainan.
Namun, momentum Filipina telanjur sulit dihentikan. Serangan Indonesia masih kesulitan menembus pertahanan lawan, sementara blok Filipina terus menjadi tembok yang efektif. Keunggulan mereka pun semakin jauh hingga akhirnya Filipina menutup set pertama dengan kemenangan telak 25-13.
Dengan hasil tersebut, Indonesia kini tertinggal 0-1 dari Filipina.
Kekalahan pada set pertama ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Marcos Sugiyama. Setelah sebelumnya kalah 0-3 dari Thailand, Garuda Putri harus segera menemukan kembali ritme permainan jika ingin menutup perjalanan di Leg 2 SEA V Cup 2026 dengan kemenangan.
Apalagi, Filipina sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya mampu mengalahkan Vietnam. Set kedua pun menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk bangkit dan membalikkan momentum pertandingan. (*)








