KabarBaik.co, Jombang — Pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah dilakukan di Rooftop Bank Jombang, Kamis (19/3) sore. Rukyatul hilal dimulai sekitar pukul 17.38 WIB.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, Muhajir, mengatakan secara perhitungan hisab, posisi hilal sebenarnya sudah wujud. Namun, ketinggiannya belum memenuhi kriteria visibilitas atau imkan rukyah.
“Hilal memang sudah ada, tetapi belum memenuhi kriteria imkan rukyah. Tingginya masih di bawah 3 derajat,” ujar Muhajir di lokasi pemantauan.
Ia menjelaskan Indonesia mengikuti kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menetapkan batas minimal ketinggian hilal 3 derajat agar dapat diamati.
Pemantauan hilal, kata dia, dilakukan serentak di 117 titik di seluruh Indonesia, termasuk 28 titik di Jawa Timur.
Hasil dari seluruh lokasi akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pada malam hari.
“Kalau di Jombang tidak terlihat, kita masih menunggu laporan dari daerah lain. Bisa saja di titik lain hilal berhasil diamati,” katanya.
Namun, berdasarkan hasil pemantauan di Jombang, hilal belum berhasil terlihat. Selain karena ketinggian yang belum memenuhi syarat, kondisi cuaca berawan juga menjadi kendala.
“Di sini belum terlihat. Cuaca mendung juga memengaruhi,” ujarnya.
Muhajir menambahkan kepastian penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah masih menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama.
Jika hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, maka bulan Ramadhan akan disempurnakan menjadi 30 hari.
“Kalau tidak terlihat, puasa disempurnakan 30 hari. Kemungkinan Idul Fitri jatuh pada Sabtu,” ucapnya.
Meski begitu, ia menegaskan keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah.
“Kita tunggu hasil sidang isbat malam ini,” katanya. (*)








