KabarBaik.co – Proyek pelebaran jembatan di Jalan Raya Trosobo, Taman, Sidoarjo, membuat arus lalu lintas Surabaya–Mojokerto dan sebaliknya tersendat parah. Antrean kendaraan mengular panjang setiap hari, terutama pada jam sibuk.
Jembatan yang berada di sisi barat Flyover Trosobo itu tengah direnovasi dan ditargetkan rampung pada Jumat (28/11). Lebar jembatan yang semula hanya sekitar dua meter akan diperluas menjadi enam meter, agar mampu menampung volume kendaraan yang padat setiap harinya.
“Saat ini Jalan Trosobo terpantau macet tiap harinya imbas adanya proyek pelebaran jalan. Dari awal saya sudah sering terjebak macet di sini, apalagi pas sore pulang kerja. Kalau Minggu agak lenggang, tapi paling parah itu sore hari. Kemacetan bahkan mengekor sampai depan PT Santos, pabrik Kapal Api,” ungkap Ahmad, salah satu pengguna jalan, kepada KabarBaik.co, Minggu (14/9).
Kanit Lantas Polsek Taman Iptu Hari Nurcahyo menegaskan jembatan tersebut diperluas untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di jalur utama penghubung Surabaya–Mojokerto dan sekitarnya.
Selama proyek berlangsung, arus kendaraan dari Surabaya menuju Mojokerto dialihkan ke jalur berlawanan arah (Mojokerto–Surabaya). Jalur itu dibagi menjadi dua lajur agar kendaraan dari kedua arah tetap bisa melintas meski harus bergantian.
“Arus dari arah Surabaya kami belokkan ke kanan menuju jalur Mojokerto–Surabaya. Setelah melewati jembatan, kendaraan dikembalikan lagi ke jalurnya. Rekayasa ini sudah kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan kontraktor pelaksana,” jelasnya.
Untuk mengurangi kepadatan, polisi bersama Dishub menyiapkan rambu peringatan, banner imbauan, serta jalur alternatif di titik-titik strategis seperti Bundaran Waru dan simpang empat ByPass Krian. Petugas juga disiagakan selama 24 jam penuh.
“Kami harap masyarakat bisa memahami dan bersabar selama proses pelebaran berlangsung. Ini demi kepentingan bersama agar jalur ini lebih aman dan nyaman ke depannya,” tandas Iptu Hari.
Polisi mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak agar menghindari Jalan Raya Trosobo dan memilih rute alternatif. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan sekaligus mempercepat arus kendaraan di kawasan proyek pelebaran jembatan tersebut. (*)








