Ibu adalah Menteri Serba Bisa dan Madrasatul Ula bagi Generasi Bangsa

oleh -41 Dilihat
IMG 20251222 WA0002
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar'ah. (sugiantoro)

KabarBaik.co – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah menekankan pentingnya peran sentral seorang ibu dalam struktur keluarga dan pembangunan karakter bangsa.

Dalam memperingati Hari Ibu, ia menyebut bahwa sosok ibu bukan sekadar pendamping, melainkan menteri serba bisa yang menjadi fondasi utama dalam rumah tangga.

“Ibu itu harus all round, serba bisa. Bisa jadi menteri keuangan yang mengelola anggaran, menteri kesehatan yang menjaga gizi seimbang, hingga menteri pendidikan. Ibu adalah Madrasatul Ula, sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya,” ujar dr. Hj. Zuhro.

Zuhro juga memberikan pesan mendalam bagi para pria dalam memilih pasangan hidup.

Menurutnya, memilih calon ibu tidak boleh hanya terpaku pada aspek fisik atau casing semata, melainkan harus melihat karakter, kebiasaan (habit), dan kualitas intelektual.

“Karena ibu yang akan membentuk generasi ke depan. Penting untuk melihat kualitas seorang wanita karena tantangan zaman sekarang jauh lebih berat dengan derasnya arus informasi teknologi yang tidak terbendung,” tambahnya.

Pentingnya Ilmu Parenting dan Kolaborasi Menanggapi tantangan era digital, dr. Zuhro menekankan bahwa orang tua harus mampu memfilter informasi bagi anak-anaknya. la mendorong setiap pasangan yang akan menikah atau yang sudah berkeluarga untuk tidak meremehkan pendidikan parenting.

“Ilmu parenting itu harus dilakukan, bukan sekadar tahu (just to know). Jangan hanya mengejar sertifikat, tapi praktiknya tidak ada,” tegasnya.

Ia juga berbagi tips mengenai tiga fase mendidik anak: usia 0-7 tahun (diperlakukan sebagai raia). 7-14 tahun (pengawasan ketat seperti pendampingan penuh), dan 14-21 tahun (anak sebagai sahabat).

Sebagai seorang dokter sekaligus anggota legislatif, dr. Zuhro merefleksikan perjuangan ibunya yang gigih bekerja tanpa melupakan pendidikan anak. la menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara suami dan istri dalam mendidik buah hati.

la juga mengajak para ibu untuk berani memutus mata rantai pola asuh yang salah di masa lalu. “Kalau dulu orang tua kita mungkin mendidik dengan kekerasan, kita jangan mengulangi itu. Kita sudah tahu ilmunya bahwa itu tidak bagus. Buang masa lalu yang tidak nyaman, dan terapkan ilmu parenting yang benar,” tuturnya.

Menutup keterangannya, dr. Zuhro mengajak seluruh ibu di Surabaya untuk terus memperbarui kualitas diri.

“Harapannya, ibu-ibu mau upgrade diri. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Evaluasi diri adalah kunci,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.