Ibu Mudah Marah? Ini Dia Beberapa Kemungkinan Penyebabnya

Reporter: Lilis Dewi
oleh -92 Dilihat
Ilustrasi (theAsianparent)

KabarBaik.co- Emosi ibu yang mudah tersinggung dan marah pada anak tentu bisa berdampak pada psikologis anak. Mengerti penyebabnya dapat membantu para ibu untuk mengendalikan emosi dan menciptakan hubungan yang lebih baik dengan sang buah hati.

Hal ini bukan hanya dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan takut, tetapi juga dapat berdampak negatif pada perkembangan emosionalnya.

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebab ibu mudah marah pada anak:

  • Stress dan Lelah: Urusan rumah tangga, pekerjaan, dan menjaga anak bisa menjadi akumulasi beban yang membuat ibu mudah stres dan lelah. Kondisi ini dapat menurunkan kesabaran dan membuat ibu mudah tersulut emosi.
  • Kurang Tidur: Ibu yang kurang tidur akan lebih sensitif dan mudah marah. Kebiasaan anak yang rewel di malam hari atau bangun terlalu pagi bisa mengganggu kualitas tidur ibu.
  • Kurangnya Dukungan: Merawat anak membutuhkan energi yang besar. Ibu yang kurang mendapat bantuan dari suami, orang tua, atau pengasuh bisa merasa kewalahan dan frustrasi, sehingga emosinya mudah meledak.
  • Ekspektasi yang Tidak Realistis: Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Ibu yang memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap kemampuan anak bisa mudah kecewa dan marah saat anak belum bisa memenuhinya.
  • Pola Asuh Orang Tua Sendiri: Ibu yang semasa kecilnya sering dimarahi orang tuanya, cenderung menerapkan pola asuh yang sama.
  • Kondisi Kesehatan Mental: Masalah kesehatan mental seperti depresi atau cemas juga bisa menyebabkan perubahan suasana hati yang drastis.

**Tips untuk Ibu: **

  • Kenali Diri Sendiri: Pahami batasan kemampuan dan emosi diri sendiri.
  • Manajemen Stress: Lakukan kegiatan yang menyenangkan untuk mengurangi stress, seperti yoga, meditasi, atau sekadar me time.
  • Komunikasi Terbuka: Bicara dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya untuk mendapatkan bantuan dalam pengasuhan anak.
  • Kelola Ekspektasi: Sesuaikan ekspektasi dengan usia dan perkembangan anak.
  • Cari Dukungan Psikologis: Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog jika merasa overwhelmed atau mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi.

Ingat, ibu yang bahagia akan bisa menciptakan suasana rumah yang tentram dan mendukung tumbuh kembang anak. Yuk, para Ibu saling support!

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.