Indonesia Open 2026: Menanti Akhir Puasa Gelar, Simak Daftar Lengkap Juara Sejak 1982

oleh -250 Dilihat
THE MINIONS
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di Indonesia Open 2021. (PBSI)

KabarBaik.co, Jakarta- Indonesia Open tengah bergulir lagi. Di Istora Senayan, Jakarta, 2-7 Juni 2026. Indonesia Open bukan sekadar turnamen bulu tangkis tahunan. Sejak kali pertama digelar pada 1982, ajang ini telah menjelma menjadi salah satu turnamen paling prestisius di dunia dan menjadi panggung lahirnya banyak legenda bulu tangkis.

Bermain di hadapan ribuan pendukung fanatik di Indonesia kerap menjadi ujian mental tersendiri bagi para pemain elite dunia, sekaligus menghadirkan atmosfer yang sulit ditemukan di turnamen lain.

Dalam lebih dari empat dekade penyelenggaraannya, Indonesia Open telah berpindah-pindah kota. Mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Samarinda hingga Batam. Turnamen ini juga menjadi saksi kejayaan para pebulu tangkis Indonesia yang silih berganti mengharumkan nama bangsa di kandang sendiri.

Namun, sayangnya kejayaan tersebut belakangan mulai sulit terulang. Sejak Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi juara ganda putra pada edisi 2021, belum ada lagi wakil Indonesia yang mampu mengangkat trofi Indonesia Open di hadapan publik sendiri.

Kini, ketika Indonesia Open 2026 berlangsung lagi, harapan kembali membuncah. Mampukah tuan rumah mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung selama empat tahun, atau justru dominasi pemain-pemain asing akan kembali berlanjut? Melanjutkan sejarah buruk di Thomas Cup dan Uber Cup 2026 lalu?

Berikut daftar lengkap juara Indonesia Open tahun 1982 hingga 2025:

1. Tunggal Putra

* 1982: Icuk Sugiarto (Indonesia)
* 1983: Liem Swie King (Indonesia)
* 1984: Lius Pongoh (Indonesia)
* 1985: Han Jian (China)
* 1986: Icuk Sugiarto (Indonesia)
* 1987: Yang Yang (China)
* 1988: Icuk Sugiarto (Indonesia)
* 1989: Xiong Guobao (China)
* 1990: Ardy Wiranata (Indonesia)
* 1991: Ardy Wiranata (Indonesia)
* 1992: Ardy Wiranata (Indonesia)
* 1993: Alan Budi Kusuma (Indonesia)
* 1994: Ardy Wiranata (Indonesia)
* 1995: Ardy Wiranata (Indonesia)
* 1996: Joko Suprianto (Indonesia)
* 1997: Ardy Wiranata (Indonesia)
* 1998: Yong Hock Kin (Malaysia)
* 1999: Taufik Hidayat (Indonesia)
* 2000: Taufik Hidayat (Indonesia)
* 2001: Marleve Mainaky (Indonesia)
* 2002: Taufik Hidayat (Indonesia)
* 2003: Taufik Hidayat (Indonesia)
* 2004: Taufik Hidayat (Indonesia)
* 2005: Lee Hyun-il (Korea Selatan)
* 2006: Taufik Hidayat (Indonesia)
* 2007: Lee Chong Wei (Malaysia)
* 2008: Sony Dwi Kuncoro (Indonesia)
* 2009: Lee Chong Wei (Malaysia)
* 2010: Lee Chong Wei (Malaysia)
* 2011: Lee Chong Wei (Malaysia)
* 2012: Simon Santoso (Indonesia)
* 2013: Lee Chong Wei (Malaysia)
* 2014: Jan Ø. Jørgensen (Denmark)
* 2015: Kento Momota (Jepang)
* 2016: Lee Chong Wei (Malaysia)
* 2017: Srikanth Kidambi (India)
* 2018: Kento Momota (Jepang)
* 2019: Chou Tien-chen (China Taipei/Taiwan)
* 2020: Tidak digelar
* 2021: Viktor Axelsen (Denmark)
* 2022: Viktor Axelsen (Denmark)
* 2023: Viktor Axelsen (Denmark)
* 2024: Shi Yu Qi (China)
* 2025: Anders Antonsen (Denmark)

2. Tunggal Putri

* 1982: Verawaty Fajrin (Indonesia)
* 1983: Ivana Lie (Indonesia)
* 1984: Li Lingwei (China)
* 1985: Li Lingwei (China)
* 1986: Shi Wen (China)
* 1987: Li Lingwei (China)
* 1988: Li Lingwei (China)
* 1989: Huang Hua (Indonesia)
* 1990: Lee Young-Suk (Korea Selatan)
* 1991: Susi Susanti (Indonesia)
* 1992: Ye Zhaoying (China)
* 1993: Ye Zhaoying (China)
* 1994: Susi Susanti (Indonesia)
* 1995: Susi Susanti (Indonesia)
* 1996: Susi Susanti (Indonesia)
* 1997: Susi Susanti (Indonesia)
* 1998: Mia Audina (Indonesia)
* 1999: Lidya Djaelawijaya (Indonesia)
* 2000: Camilla Martin (Denmark)
* 2001: Ellen Angelina (Indonesia)
* 2002: Gong Ruina (China)
* 2003: Xie Xingfang (China)
* 2004: Xie Xingfang (China)
* 2005: Wang Chen (Hong Kong)
* 2006: Zhu Lin (China)
* 2007: Wang Chen (Hong Kong)
* 2008: Zhu Lin (China)
* 2009: Saina Nehwal (India)
* 2010: Saina Nehwal (India)
* 2011: Wang Yihan (China)
* 2012: Saina Nehwal (India)
* 2013: Li Xuerui (China)
* 2014: Li Xuerui (China)
* 2015: Ratchanok Intanon (Thailand)
* 2016: Tai Tzu-ying (China Taipei)
* 2017: Sayaka Sato (Jepang)
* 2018: Tai Tzu-ying (China Taipei)
* 2019: Akane Yamaguchi (Jepang)
* 2020: Tidak digelar
* 2021: An Se-young (Korea Selatan)
* 2022: Tai Tzu-ying (China Taipei)
* 2023: Chen Yufei (China)
* 2024: Chen Yufei (China)
* 2025: An Se Young (Korea Selatan)

3. Ganda Putra

* 1982: Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono (Indonesia)
* 1983: Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono (Indonesia)
* 1984: Christian Hadinata/Hadibowo (Indonesia)
* 1985: Liem Swie King/Hariamanto Kartono (Indonesia)
* 1986: Liem Swie King/Hariamanto Kartono (Indonesia)
* 1987: Liem Swie King/Eddy Hartono (Indonesia)
* 1988: Razif Sidek/Jalani Sidek (Malaysia)
* 1989: Eddy Hartono/Rudy Gunawan (Indonesia)
* 1990: Razif Sidek/Jalani Sidek (Malaysia)
* 1991: Kim Moon-soo/Park Joo-bong (Korea Selatan)
* 1992: Rudy Gunawan/Eddy Hartono (Indonesia)
* 1993: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Indonesia)
* 1994: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Indonesia)
* 1995: Rudy Gunawan/Bambang Suprianto (Indonesia)
* 1996: Denny Kantono/Antonius Ariantho (Indonesia)
* 1997: Candra Wijaya/Sigit Budiarto (Indonesia)
* 1998: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Indonesia)
* 1999: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Indonesia)
* 2000: Candra Wijaya/Sigit Budiarto (Indonesia)
* 2001: Candra Wijaya/Sigit Budiarto (Indonesia)
* 2002: Lee Dong-soo/Yoo Yong-sung (Korea Selatan)
* 2003: Sang Yang/Zheng Bo (China)
* 2004: Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto (Indonesia)
* 2005: Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia)
* 2006: Candra Wijaya/Tony Gunawan (Indonesia)
* 2007: Fu Haifeng/Cai Yun (China)
* 2008: Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari (Malaysia)
* 2009: Jung Jae-sung/Lee Yong-dae (Korea Selatan)
* 2010: Fang Chieh-min/Lee Sheng-mu (China Taipei)
* 2011: Fu Haifeng/Cai Yun (China)
* 2012: Jung Jae-sung/Lee Yong-dae (Korea Selatan)
* 2013: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia)
* 2014: Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korea Selatan)
* 2015: Ko Sung-hyun/Shin Baek-cheol (Korea Selatan)
* 2016: Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korea Selatan)
* 2017: Li Junhui/Liu Yuchen (China)
* 2018: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia)
* 2019: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia)
* 2020: Tidak digelar
* 2021: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia)
* 2022: Liu Yuchen/Ou Xuanyi (China)
* 2023: Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India)
* 2024: Liang Wei Keng/Wang Chang (China)
* 2025: Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan)

INFO GRAFIS INDONESIA OPEN

4. Ganda Putri

* 1982: Gillian Gilks/Gillian Clark (Inggris)
* 1983: Ruth Damayanti/Maria Fransisca (Indonesia)
* 1984: Nora Perry/Jane Webster (Inggris)
* 1985: Han Aiping/Li Lingwei (China)
* 1986: Verawaty Fajrin/Ivana Lie (Indonesia)
* 1987: Ivana Lie/Rosiana Tendean (Indonesia)
* 1988: Verawaty Fajrin/Yanti Kusmiati (Indonesia)
* 1989: Rosiana Tendean/Erma Sulistianingsih (Indonesia)
* 1990: Chung Myeong-hee/Hwang Hye-young (Korea Selatan)
* 1991: Chung Myeong-hee/Hwang Hye-young (Korea Selatan)
* 1992: Erma Sulistyaningsih/Rosiana Tendean (Indonesia)
* 1993: Lili Tampi/Finarsih (Indonesia)
* 1994: Lili Tampi/Finarsih (Indonesia)
* 1995: Ge Fei/Gu Jun (China)
* 1996: Eliza Nathanael/Zelin Resiana (Indonesia)
* 1997: Eliza Nathanael/Zelin Resiana (Indonesia)
* 1998: Eliza Nathanael/Deyana Lomban (Indonesia)
* 1999: Helene Kirkegaard/Rikke Olsen (Denmark)
* 2000: Joanne Goode/Donna Kellogg (Inggris)
* 2001: Deyana Lomban/Vita Marissa (Indonesia)
* 2002: Gao Ling/Huang Sui (China)
* 2003: Gao Ling/Huang Sui (China)
* 2004: Yang Wei/Zhang Jiewen (China)
* 2005: Lee Kyung-won/Lee Hyo-jung (Korea Selatan)
* 2006: Zhang Yawen/Wei Yili (China)
* 2007: Du Jing/Yu Yang (China)
* 2008: Vita Marissa/Lilyana Natsir (Indonesia)
* 2009: Eei Hui Chin/Pei Tty Wong (Malaysia)
* 2010: Kim Min Jung/Lee Hyo Jung (Korea Selatan)
* 2011: Wang Xiaoli/Yu Yang (China)
* 2012: Wang Xiaoli/Yu Yang (China)
* 2013: Bao Yixin/Cheng Shu (China)
* 2014: Tian Qing/Zhao Yunlei (China)
* 2015: Tang Jinhua/Tian Qing (China)
* 2016: Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang)
* 2017: Chen Qingchen/Jia Yifan (China)
* 2018: Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang)
* 2019: Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang)
* 2020: Tidak digelar
* 2021: Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang)
* 2022: Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang)
* 2023: Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan)
* 2024: Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan)
* 2025: Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)

5. Ganda Campuran

* 1982: Martin Dew/Gillian Gilks (Inggris)
* 1983: Christian Hadinata/Ivana Lie (Indonesia)
* 1984: Christian Hadinata/Ivana Lie (Indonesia)
* 1985: Martin Dew/Gillian Gilks (Inggris)
* 1986: Steen Fladberg (Denmark)/Gillian Clark (Inggris)
* 1987: Jan Paulsen (Denmark)/Gillian Gowers (Inggris)
* 1988: Eddy Hartono/Erma Sulistianingsih (Indonesia)
* 1989: Eddy Hartono/Verawaty Fajrin (Indonesia)
* 1990: Rudy Gunawan/Rosiana Tendean (Indonesia)
* 1991: Thomas Lund/Pernille Dupont (Denmark)
* 1992: Pär-Gunnar Jonsson/Maria Bengtsson (Swedia)
* 1993: Rudy Gunawan/Rosiana Tendean (Indonesia)
* 1994: Jiang Xin/Zhang Jin (China)
* 1995: Trikus Heryanto/Minarti Timur (Indonesia)
* 1996: Trikus Heryanto/Minarti Timur (Indonesia)
* 1997: Trikus Heryanto/Minarti Timur (Indonesia)
* 1998: Trikus Heryanto/Minarti Timur (Indonesia)
* 1999: Trikus Heryanto/Minarti Timur (Indonesia)
* 2000: Simon Archer/Joanne Goode (Inggris)
* 2001: Trikus Heryanto/Emma Ermawati (Indonesia)
* 2002: Bambang Suprianto/Minarti Timur (Indonesia)
* 2003: Kim Dong-moon/Ra Kyung-min (Korea Selatan)
* 2004: Zhang Jun/Gao Ling (China)
* 2005: Nova Widianto/Lilyana Natsir (Indonesia)
* 2006: Xie Zhongbo/Zhang Yawen (China)
* 2007: Zhang Jun/Gao Ling (China)
* 2008: Zhang Jun/Gao Ling (China)
* 2009: Zheng Bo/Ma Jin (China)
* 2010: Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (Polandia)
* 2011: Zhang Nan/Zhao Yunlei (China)
* 2012: Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand)
* 2013: Zhang Nan/Zhao Yunlei (China)
* 2014: Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark)
* 2015: Xu Chen/Ma Jin (China)
* 2016: Xu Chen/Ma Jin (China)
* 2017: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
* 2018: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
* 2019: Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China)
* 2020: Tidak digelar
* 2021: Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand)
* 2022: Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China)
* 2023: Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China)
* 2024: Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China)
* 2025: Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis)

Selama lebih dari 40 tahun, Indonesia Open telah menghadirkan berbagai cerita besar. Mulai dari lahirnya para legenda, dominasi negara-negara kuat bulu tangkis, hingga momen-momen bersejarah yang dikenang para pencinta olahraga tepok bulu Tanah Air dan dunia.

Indonesia menjadi salah satu negara tersukses dalam sejarah turnamen ini, meski persaingan yang semakin ketat membuat gelar juara kandang kian sulit diraih dalam beberapa tahun terakhir. Tapi, diakui atau tidak, badmintong dengan Indonesia bak dua sisi mata uang. Indonesia adalah bulu tangkis, dan bulu tangkis adalah Indonesia. Bisa! (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.