Inflasi Kota Malang Masih Terkendali, Ini Kata Kepala Perwakilan BI

oleh -466 Dilihat
IMG 20260404 WA0009
Perdagangan bahan pokok (bapok) di Pasar Blimbing, Kota Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Kota Malang mencatatkan inflasi sebesar 0,34 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan kondisi inflasi yang relatif terkendali meskipun terjadi peningkatan permintaan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengungkapkan bahwa capaian inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,74 persen (mtm).

“Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada bulan Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya, Sabtu (4/4).

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kota Malang tercatat sebesar 3,75 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 3,79 persen, namun masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 3,48 persen.

Kenaikan inflasi pada Maret 2026 terutama dipicu oleh sejumlah komoditas pangan. Daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,06 persen, disusul bensin 0,05 persen, minyak goreng 0,03 persen, cabai merah 0,02 persen, serta jeruk sebesar 0,02 persen.

Indra menjelaskan, meningkatnya harga bahan pangan tidak terlepas dari tingginya permintaan masyarakat selama momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idul Fitri. “Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil sebesar 0,30 persen (mtm),” jelasnya.

Selain faktor pangan, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi juga turut mendorong inflasi. Kenaikan harga bensin terjadi seiring penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Turbo sejak 1 Maret 2026, yang dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak global.

Meski demikian, tekanan inflasi berhasil diredam oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi). Komoditas tersebut meliputi emas perhiasan, angkutan udara, bawang putih, kangkung, dan sawi hijau.

Penurunan harga bawang putih, kangkung, dan sawi hijau didukung oleh pasokan yang relatif stabil di pasar. Sementara itu, emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,09 persen (mtm), dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat pasca Lebaran serta tekanan likuiditas global akibat ketegangan geopolitik.

Di sisi lain, tarif angkutan udara juga mencatatkan deflasi sebesar 0,01 persen. Penurunan ini didorong oleh kebijakan diskon tarif selama periode Idul Fitri sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat. Secara keseluruhan, kondisi inflasi Kota Malang pada Maret 2026 masih berada dalam rentang yang terkendali, meskipun terdapat tekanan dari lonjakan permintaan musiman. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.