Insiden Berdarah di Rest Area KM 45: Tiga Oknum TNI-AL Terlibat, Dua Anggota Pasukan Elite Kopaska

oleh -71 Dilihat
DENIH
Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata dalam konferensi pers bersama Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto di Markas Koarmada RI, Jakarta Pusat, Senin (6/2) kemarin.

KabarBaik.co- Jalan cerita insiden berdarah di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, makin terang. Ternyata, oknum TNI-AL yang terlibat dalam peristiwa ini tidak cuma satu orang. Namun, ada tiga oknum. Yang terbilang mengejutkan publik, dua di antara oknum itu anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska). Salah satu pasukan khusus atau elite dari TNI-AL.

Sekadar informasi tambahan, menjadi anggota Kopaska tidaklah ringan. Harus melalui serangkaian pendidikan. Baik fisik maupun mental. Butuh waktu 10-12 bulan. Di antara pendidikan itu ada yang dinamakan Hell Week.

Mengutip buku Tradisi TNI-AL oleh Dinas Perawatan Personel TNI AL (2020), Hell Week merupakan kegiatan yang sangat menentukan dalam pembentukan manusia katak.

Nah, kejelasan ada tiga oknum TNI-AL yang terlibat dalam insiden berdarah itu disampaikan Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata dalam konferensi pers bersama Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto di Markas Koarmada RI, Jakarta Pusat, Senin (6/2) kemarin.

’’TNI-AL sangat menghormati proses hukum dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua terbuka. Kami ingin menegaskan sikap TNI-AL bahwa siapapun anggota kami bila terbukti bersalah, kami akan tindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di TNI,” kata Denih.

Dia menerangkan, sebelumnya ia menerima laporan tiga anggotanya dikeroyok oleh sekitar 15 orang di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak. Ketiga anggotanya itu adalah Sersan Satu (Sertu) AA, Sertu RH, dan Kelasi Kepala (KLK) BA. Dua nama yang disebut pertama dari Kopaska Armada I. Adapun BA dari KRI Bontang. ’’Saya menerima laporan terkait insiden pada tanggal 2 Januari 2025, (Jumat) malam, sekitar pukul 20.00 dari Asintel Pangkoarmada RI,’’ ungkapnya.

Peristiwa pengeroyokan itu disebabkan oleh pembelian mobil. Kemudian, salah satu anggota melakukan penembakan. Dari kejadian itu diketahui telah mengakibatkan korban, satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka, Singkat cerita, ketiga anggota itu sudah menjadi tersangka dan dilakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu, Denih juga menjelaskan bahwa senjata api yang dimiliki itu bukan rakitan. Namun, senjata inventaris yang sesuai SOP memang melekat di tangan AA. Sebab, jabatan AA adalah ADC atau ajudan.

’’Sehingga, ketika dia mendapat tuga ADC itu, sudah SOP (standar operasional procedure), ada surat perintahnya segala macam. Jadi, senjata itu bukan rakitan,’’ jelasnya. Namun, tidak disebut AA itu ajudan dari siapa.

Pihaknya tentu sangat menyayangkan kejadian tersebut. Selain itu, pihak TNI-AL juga akan mendatangi rumah duka korban penembakan.

Ada Satu Pelaku Buron

Sementara itu, Kapolda Banten menerangkan peristiwa diawali adanya dugaan upaya penggelapan mobil rental milik Ilyas Abdul Rahman (IAR). Kemudian, terjadi upaya perampasan dan pengambilalihan dari pihak rental. Namun, karena terjadi situasi tarik-menarik di tempat kejadian perkara (TKP), sehingga terjadi penembakan tersebut.

Mobil yang disewa dari rental milik IAR itu berupa Honda ituBrio merah dengan nopol B 2694 KZO. Mobil itu disewa oleh Ajat Sudrajat (AS), warga Pandeglang, atas perintah IH yang kini berstatus buron. Untuk kepentingan sewa itu, IH menyiapkan KTP dan KK palsu. Kemudian, dari keterangan, AS juga mendapat imbalan uang Rp 5 juta dari IH.

Dari cerita AS yang sudah ditangkap polisi, didapatkan informasi bahwa IH telah menyerahkan mobil kepada seorang berinisial (Sertu) RH. Lantas, RH menjual mobil Brio itu kepada saudara IS dengan harga Rp 23 juta. Setelah itu, dijual kembali kepada saudara (Sertu) AA melalui saudara SY. Harga kendaraan sudah naik menjadi Rp 40 juta.

Setelah mobil rental dikuasai oknum AA itu, rencananya kendaraan bakal dibawa ke daerah Sukabumi. Saat itulah, Ilyas Abdul Rahman beserta anaknya mengetahui ada upaya penggelapan kendaraan miliknya. Hal itu diketaui dua dari tiga GPS di mobil Brio yang disewa Ajat Sudrajat, ternyata sudah tidak berfungsi. Dengan bermodal satu GPS yang masih aktif, Ilyas beserta anaknya melacak keberadaan mobil tersebut.

Dari hasil pelacakan dan pencarian, pemilik menemukan mobil berada di daerah Pandeglang. Hingga berpindah tempat sampai di Kawasan Rest Area KM 45 tol Tangerang-Merak, tepatnya di halaman skitar Indomaret. Di TKP itulah kemudian terjadi insiden penembakan yang menyebabkan Ilyas meninggal dunia, dan seorang lagi mengalami luka-luka. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.