INTI Jatim Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Peran Besarnya bagi Warga Tionghoa

oleh -72 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 07 at 6.06.58 PM
INTI Jawa Timur saat berziarah ke makam Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jatim menggelar kegiatan silaturahmi kebangsaan di Jombang. Kegiatan ini mengangkat tema ‘Memori Masyarakat Tionghoa terhadap Gus Dur’.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat nilai toleransi, kebangsaan, sekaligus mempererat persaudaraan lintas budaya dan agama.

Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Selain ziarah, rombongan juga melakukan anjangsana kepada pimpinan pesantren, dilanjutkan kunjungan budaya ke Klenteng Hong San Kiong serta workshop di Museum Wayang Potehi.

Ketua Pengurus Daerah INTI Jawa Timur Stefanus Budy mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa Gus Dur bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

“Rangkaian kegiatannya meliputi ziarah ke makam Gus Dur, anjangsana ke pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, serta wisata budaya ke Klenteng Hong San Kiong di Gudo dan workshop Museum Wayang Potehi,” ujar Stefanus saat ditemui di sela kegiatan. Sabtu (7/3).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 45 peserta dari Surabaya, 20 orang dari Jombang, serta enam orang dari Malang.

Menurut Stefanus, sosok Gus Dur memiliki peran penting dalam membuka ruang kebebasan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Ia menilai kebijakan dan pemikiran Gus Dur turut mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman.

“Bagi kami, Gus Dur adalah tokoh kemanusiaan dan pluralisme. Beliau membuka sekat-sekat di antara anak bangsa sehingga masyarakat Tionghoa bisa lebih bebas mengekspresikan budaya, termasuk merayakan Imlek dan menggunakan identitas budaya secara terbuka,” katanya.

Setelah rangkaian kegiatan tersebut, rombongan INTI Jawa Timur juga melanjutkan agenda sosial dengan membagikan sekitar 1.000 paket makanan berbuka puasa kepada masyarakat di kawasan Alun-Alun Jombang.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Phoa Anditya, mengatakan kunjungan ke Klenteng Hong San Kiong juga menjadi bagian dari pengenalan budaya Tionghoa, terutama dalam momentum perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta juga diperkenalkan dengan seni pertunjukan wayang potehi yang merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa di Indonesia.

“Di sana kami juga melihat workshop wayang potehi. Menariknya, ternyata ada banyak santri yang belajar kesenian ini. Ini menjadi contoh bagaimana budaya bisa menjadi jembatan persaudaraan,” ujar Phoa.

Menurutnya, kegiatan mengenang Gus Dur memiliki makna khusus bagi komunitas Tionghoa. Sebab, Gus Dur dianggap sebagai salah satu tokoh yang mendorong lahirnya organisasi INTI setelah reformasi 1998.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menjaga semangat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

“Harapannya kegiatan seperti ini tidak terputus. Kami ingin terus merawat memori tentang Gus Dur sekaligus memperkuat kerukunan lintas agama, budaya, dan suku di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.