KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memimpin panen dan penanaman tebu di Kebun Jolondoro, Banyuwangi. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Jawa Timur dalam mendukung swasembada gula nasional. Turut hadir Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta perwakilan petani.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur terus menjadi tulang punggung produksi gula nasional, dengan kontribusi mencapai 51,87 persen pada 2024. “Jatim siap menjadi pelopor swasembada gula nasional. Dengan produktivitas yang terus meningkat, kami optimis target swasembada pangan pada 2026 dapat tercapai,” ujarnya, Senin (23/6).
Kebun Jolondoro, yang memiliki luas 405 hektare, menanam varietas unggulan BL dan HMW dengan produktivitas rata-rata 106 ton per hektare. Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa pada 2025 luas area panen tebu di Jatim meningkat menjadi 252.135 hektare, menghasilkan sekitar 1,46 juta ton gula dengan rendemen 7,76 persen.
Khofifah menyoroti pentingnya dukungan pemerintah melalui insentif dan permodalan, seperti program Kredit Usaha Rakyat Khusus (KURsus) untuk petani tebu. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas melalui peremajaan kebun dan adopsi varietas unggul, yang berpotensi menaikkan rendemen gula hingga 9 persen.
Selain itu, hilirisasi komoditas tebu, seperti bioetanol, menjadi langkah strategis untuk mendukung transisi energi dan mencapai target net zero emission. “Hilirisasi ini tak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga ekonomi hijau,” tambahnya.
Wakil Presiden Gibran menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani untuk mencapai swasembada pangan. Ia meminta percepatan mekanisasi dan solusi teknis di lapangan. “Tahun depan, target swasembada pangan harus terwujud,” tegasnya.
Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan berupa pompa air, benih tebu, serta penyaluran KUR melalui platform Ekosistem Tebu Rakyat (Etera), guna mendukung keberlanjutan sektor tebu di Jawa Timur.








