Jejak Yorie Kumalasari di Dunia Animasi Hollywood

Reporter: Prabangasta Restu Rendra
Editor: Gagah Saputra
oleh -94 Dilihat
Yorie Kumalasari, lulusan Ubaya yang kini berkarir di California.

KabarBaik.co – Setelah 8 tahun lamanya, DreamWorks kembali merilis film Kung Fu Panda terbaru yang ke-4 dengan menampilkan petualangan yang baru dari Po, si panda petarung kung fu. Kali ini Po yang terpilih menjadi pemimpin spiritual harus melatih prajurit yang yang baru.

Di balik kesuksesan film Kung Fu Panda 4 ada sosok seniman efek asal Surabaya, Yorie Kumalasari yang bekerja untuk DreamWorks Animation sejak 2018. Kali ini sebagai Effects Lead.

Untuk film Kung Fu Panda 4 ini DreamWorks menggaet seniman efek atau FX (Effects) artist asal Surabaya, Yorie Kumalasari, yang sudah bergabung di perusahaan ini sejak tahun 2018 lalu. Sebagai FX artist di dunia animasi 3 dimensi, Yorie bertugas untuk menciptakan beragam efek seperti api, ledakan, asap, air, dan masih banyak lagi dalam film.

Surabaya patut bangga, ada salah satu warga kota ini yang bisa berkarya di industri perfilman Amerika Serikat. Namanya Yorie Kumalasari, alumnus dari Universitas Surabaya (Ubaya) yang sejak tahun 2007 mulai meniti karir sebagai seniman efek visual atau effects artist di banyak perusahaan ternama seperti The Mill, Walt Disney Animation, Digital Domain, Framestore, Psyop, dan Dreamworks Animation!.

Baca juga:  13 Film Terbaik Sepanjang Tahun 2023, Wajib Ditonton!

Sebagai Effects Lead, Yorie mengerjakan proyek film ini lebih awal dari yang lain, dan dipercaya untuk mengerjakan efek dalam 5 sequence atau urutan, termasuk yang paling sulit.

Yorie juga mengerjakan efek untuk adegan saat kelopak-kelopak bunga berjatuhan dari pohon buah persik di tempat Po melakukan meditasi.

Yorie sendiri mengaku senang bisa menciptakan efek magic atau magis dalam film, yang menurutnya memiliki tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan penggarapan efek yang lain, seperti asap dari cerobong rumah yang bisa selesai dikerjakan dalam kurun waktu satu hingga dua hari.

Baca juga:  10 Film dan TV Show Cillian Murphy Terbaik

Walau sudah banyak terlibat dalam penggarapan efek untuk film-film produksi DreamWorks, seperti “How to Train Your Dragon: the Hidden World,” “Abominable,” “Trolls World Tour,” “Croods 2,” dan “Puss in Boots 2,” ini adalah pertama kalinya Yorie ikut serta dalam penggarapan film “Kung Fu Panda.”

Yang menarik, film “Kung Fu Panda 4” ini memiliki banyak pesan tersembunyi atau kerap disebut ‘easter eggs,’ seperti simbol-simbol yang nampak pada asap atau efek magisnya atau asap yang dibuat memutar bagaikan lukisan khas China.

Yorie pun ditantang untuk menggunakan imajinasinya ketika menghidupkan gambar, sehingga terlihat menarik untuk ditonton. Sebagai Effects Lead, Yorie biasanya lalu memberikan berbagai masukan untuk efek yang akan ia buat. Namun, menurutnya imajinasinya belum tentu sama dengan imajinasi dari si penggambar adegan.

Sebelum bekerja di DreamWorks Animation, Yorie Kumalasari juga pernah bekerja di perusahaan The Mill di New York dan Los Angeles, di mana ia mengerjakan produksi banyak iklan untuk televisi. Setelah itu ia mulai magang di beberapa perusahaan mengerjakan commercial dan film. Ia juga sempat berkerja di Disney Animation dan turut andil dalam mengerjakan film Moana.

Baca juga:  Berlatar Sejarah Kelam Konflik Politik 1965 di Banyuwangi, Alasan Kalian Harus Nonton Film Kupu-kupu Kertas

Sebagai perempuan, Yorie berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bekerja di industri animasi, khususnya sebagai effects artist di Amerika Serikat. Yorie berpesan kepada teman-teman yang ingin mengikuti jejak karirnya adalah agar tidak pernah berhenti belajar, karena dunia 3D akan selalu berkembang. Tip dari Yorie jika ingin bekerja di studio animasi besar seperti DreamWorks Animation adalah fokus ke bidang yang ingin ditekuni, apakah itu efek, animasi, modeling, atau rigging.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.