Jelang Idul Fitri, Satreskrim Polres Bojonegoro Tangkap Dua Pengedar Uang Palsu

Reporter: Shobilul Umam
Editor: Gagah Saputra
oleh -131 Dilihat
AKP Fahmi Amirullah membeberkan Barang bukti uang palsu.(umam)

KabarBaik.co – Jelang Idul Fitri tahun ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Bojonegoro mengamankan dua pengedar uang palsu (upal) di Kecamatan Kota Bojonegoro. Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan 150 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Keduanya adalah S (32) warga kecamatan Sukosewu Bojonegoro, serta RJ (32) warga kecamatan kota Bojonegoro yang terbukti mengedarkan uang palsu di pasar kota Bojonegoro.

Menurut AKP Fahmi Amirullah selaku Kasat Reskrim Polres Bojonegoro mengatakan, penangkapan dua pengedar uang palsu ini bermula ketika kedua pelaku membeli buah di pasar kota Bojonegoro (18/3). Namun pada saat transaksi jual beli salah satu pedagang merasa ganjal dengan uang yang dipergunakan untuk membeli buah pecahan Rp100 ribu.

Baca juga:  Kapolres Bojonegoro Beri Penghormatan Terakhir Anggota yang Wafat
dua pengedar uang palsu di amankan polisi.(umam)

Mengetahui bahwa uang yang digunakan membeli buah palsu, lantas para pedagang menangkap kedua pelaku lalu kemudian diserahkan ke pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan petugas, kedua pelaku telah mengdarkan uang palsu itu sebesar Rp5 juta, petugas juga turut mengamankan upal dari kedua sebanyak 150 lembar.

“Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mendapatkan upal dari pacarnya yang berkenalan di media onlin, upal tersebut merupakan hadiah dari kekasih S,” ujar Akp Fahmi Amirullah.

Baca juga:  Bantu UMKM, Kapolres Bojonegoro Borong Lumpia Yu Sukarti untuk Suporter Persibo

Hingga kini petugas Satreskrim Polres Bojonegoro masih mengembangkan kasus peredaran uang palsu ini, dan masih memburu satu pelaku yang sudah dikantongi identitasnya. “Kita sudah mengantongi identitas pelaku yang merupakan kekasih S,” tambah AKP Fahmi Amirullah.

Atas perbuatanya, Kedua pelaku dikenakan pasal 36 ayat (2) (3) sub pasal 26 (1) (2) UU RI NO. 07 tahun 2011 tentang mata uang. Ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.