KabarBaik.co, Mataram – Seorang tukang las asal Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, bernama Darmanto (39), melapor ke Polda NTB di Mataram, Rabu (27/5). Hal itu setelah sepeda motornya dibakar dan rumah temannya dirusak sekelompok warga yang diduga berasal dari Dusun Sauh, Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.
Dalam keterangannya kepada polisi, peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi yang berawal dari komunikasi antara dirinya dengan mantan pacarnya, Tiwi Astuti. Darmanto menjelaskan, sekitar tiga bulan lalu dirinya dihubungi Tiwi. Namun komunikasi tersebut diketahui oleh suami Tiwi hingga memicu pertengkaran rumah tangga.
Untuk menghindari kesalahpahaman, Darmanto mengaku mencoba memberi penjelasan bahwa dirinya telah memiliki calon istri bernama Nafsiah. Ia kemudian mengirim video bersama Nafsiah kepada Tiwi agar diperlihatkan kepada suaminya. “Saya mencoba klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tulis Darmanto dalam laporannya.
Namun sekitar sepekan lalu, video tersebut diduga tersebar hingga sampai ke pihak keluarga Nafsiah. Keluarga perempuan itu disebut tidak menerima isi video dan mulai mencari Darmanto.
Puncak kejadian terjadi pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 18.00 WITA. Saat sedang bekerja, Darmanto didatangi rekannya bernama Gerin yang memberitahu bahwa keluarga Nafsiah sedang menggelar musyawarah membahas persoalan tersebut.
Tak lama kemudian, Darmanto berusaha meninggalkan lokasi menuju Dusun Sepi untuk menemui temannya. Namun di perjalanan, ia melihat kerumunan massa di lokasi musyawarah dan memilih memutar arah menuju rumah saudaranya di Desa Kedaro melalui jalur Mekaki.
Dalam perjalanan, Kepala Dusun Sauh bernama Herman disebut sempat menghubungi Darmanto dan memintanya datang ke lokasi musyawarah. Namun, Darmanto meminta jaminan keselamatan yang menurutnya tidak bisa diberikan. Saat itu, sepeda motor milik Darmanto sedang dipinjam rekannya bernama Ardi.
Ketika melintas di lokasi kerumunan, Ardi dicegat massa dan diminta menyerahkan motor tersebut. “Setelah diberikan, motor langsung dibakar di tempat,” ujar Darmanto dalam laporannya.
Tak hanya itu, Darmanto mengaku kembali mendapat tekanan untuk pulang. Ia bahkan disebut menerima ancaman bahwa rumah temannya akan dirusak apabila dirinya tidak kembali.
Karena merasa situasi tidak aman, Darmanto memilih tetap bersembunyi. Ancaman tersebut kemudian benar terjadi setelah rumah temannya dilaporkan dirusak massa.
Dalam laporannya ke polisi, Darmanto juga mengaku mengalami intimidasi dan ancaman pembunuhan melalui telepon maupun secara langsung dari sejumlah warga yang diduga keluarga pacarnya.
“Secara mental saya sangat terganggu, ketakutan dan tidak berani kembali untuk melakukan pekerjaan saya,” tulis Darmanto dalam laporannya. (*)






