Jelang Muktamar NU di Jombang, Yenny Wahid Minta Semua Kembali ke Khittah

oleh -86 Dilihat
Yenny Wahid saat diwawancarai di Jombang. Ia menyerukan persatuan dan rekonsiliasi jelang Muktamar ke-35 NU.(teguh)
Yenny Wahid saat diwawancarai di Jombang. Ia menyerukan persatuan dan rekonsiliasi jelang Muktamar ke-35 NU.(teguh)

KabarBaik.co, Jombang — Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi perhatian keluarga pendiri NU.

Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid berharap muktamar tidak berubah menjadi arena perselisihan maupun sekadar perebutan tampuk kepemimpinan.

Putri kedua Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menilai, siapa pun yang terpilih dalam Muktamar ke-35 memiliki tugas besar untuk menyatukan kembali seluruh elemen NU.

“Soal muktamar, saya berharap sekali bahwa Muktamar yang akan berlangsung di Tambakberas ini, siapa pun yang akan memenangkan, akan terpilih, maka kewajiban utamanya adalah menyatukan seluruh faksi yang sekarang terlibat dalam pertikaian,” kata Yenny saat ditemui di Jombang, Selasa (18/8).

Menurut Yenny, konsolidasi dan rekonsiliasi menjadi pekerjaan penting bagi kepengurusan NU mendatang. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keutuhan organisasi sekaligus meredakan gesekan internal di berbagai tingkatan.

Dia menilai, upaya menyatukan kembali faksi-faksi di tubuh NU harus dikembalikan pada nilai dan pedoman yang diwariskan para pendiri.

“Mengembalikan NU kembali ke khittahnya, ya. Lalu menjadikan Qanun Asasi sebagai prinsip dasar menjalankan Nahdlatul Ulama ke depannya nanti,” ujarnya.

Yenny menjelaskan, Qanun Asasi merupakan salah satu fondasi penting NU yang dirumuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 1926. Naskah tersebut menjadi pedoman dasar warga Nahdliyin dalam menjalankan kehidupan berorganisasi, keagamaan, sosial, dan kebangsaan.

Karena itu, Yenny berharap Muktamar ke-35 di Tambakberas tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki tatanan jam’iyah.

Kepemimpinan NU ke depan, lanjut dia, dituntut mampu membawa organisasi kembali fokus pada fungsi utamanya di bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan kebangsaan.

Dengan begitu, muktamar di Jombang diharapkan menjadi momentum rekonsiliasi sekaligus titik balik bagi NU untuk kembali berpegang pada Khittah NU dan Qanun Asasi yang diwariskan para muassis.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.