Jelang Operasi Ketupat 2026, Satlantas Polres Lamongan Petakan 81 Perlintasan KA Rawan Kecelakaan

oleh -58 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 03 at 19.56.15
Rapat koordinasi Operasi Ketupat Semeru 2026 di Lamongan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri, Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan menggelar rapat koordinasi (rakor) keselamatan perlintasan kereta api sebidang.

Rakor yang digelar di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, Selasa (3/3), dipimpin Kasat Lantas AKP I Made Jata Wiranegara. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Drs. Dianto Heri Wibowo, perwakilan kapolsek jajaran, perwira Satlantas, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Daop 8), camat dan kepala desa sepanjang jalur rel, hingga Satpol PP.

Dalam sambutannya, I Made Jata Wiranegara berharap rakor mampu menghasilkan langkah konkret demi menjamin keselamatan masyarakat, khususnya saat mobilitas meningkat pada masa Lebaran.

Secara umum, Kabupaten Lamongan memiliki 81 perlintasan kereta api sebidang. Rinciannya, 33 perlintasan berpalang pintu dijaga Dishub, 29 tanpa palang pintu dijaga relawan, dan 19 perlintasan telah ditutup.

Data kecelakaan menunjukkan tren yang masih memprihatinkan. Pada 2024 terjadi delapan kecelakaan dengan empat korban meninggal dunia dan dua luka berat. Tahun 2025 tercatat delapan kejadian dengan enam korban meninggal dunia serta dua luka berat.

Sementara sejak Januari hingga awal Maret 2026, sudah terjadi empat kecelakaan dengan tiga korban meninggal dunia dan satu luka ringan.

Kasat Lantas memaparkan enam faktor penyebab kecelakaan berdasarkan evaluasi di lapangan. Sejumlah langkah pun disiapkan, mulai dari pelatihan penjaga perlintasan, penambahan personel dan sarana komunikasi, peningkatan jumlah palang pintu, hingga penutupan akses jalan kecil yang dinilai berisiko.

Selain itu, sosialisasi tata cara aman melintasi rel kereta api akan digencarkan. Para kepala desa di sepanjang jalur rel juga diimbau lebih peduli terhadap keselamatan warganya serta keberadaan penjaga perlintasan.

“Kolaborasi yang solid antar-stakeholder akan menghasilkan langkah yang kuat dan berkelanjutan dalam membangun sinergitas birokrasi demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Lamongan mengapresiasi inisiatif rakor sebagai forum penyamaan persepsi antarinstansi. Saat ini terdapat 50 titik perlintasan yang menjadi perhatian serius, dengan variasi kondisi penjagaan dan fasilitas.

Kabupaten Lamongan memiliki 50 Petugas Jaga Lintasan (PJL) resmi yang dibantu 63 relawan.

Perwakilan PT KAI Daop 8 juga memaparkan titik rawan di wilayah Lamongan, termasuk perlintasan yang berpotensi risiko akibat bangunan liar. Selama masa angkutan Lebaran 2026, KAI berencana menambah petugas jaga di 26 titik.

Selain itu, akan ada penambahan 11 perjalanan kereta api, terutama pada jam rawan pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan ekstra seluruh pihak guna mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang.

Melalui rakor ini, pengamanan perlintasan kereta api di Lamongan diharapkan semakin optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 2026 dengan aman dan nyaman dalam semangat Operasi Ketupat Semeru.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.