KabarBaik.co, Blitar – Kerusakan jembatan di Jalan CR Soekandar Kota Blitar hingga kini masih dalam proses penanganan Pemerintah Kota Blitar. Jembatan tersebut diketahui mengalami kerusakan akibat longsor pada Januari lalu dan berdampak pada aktivitas warga sekitar.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan penanganan belum bisa dilakukan secara langsung karena harus melalui tahapan administrasi dan penganggaran pemerintah.
“Kalau di pemerintah itu ada prosesnya. Tidak bisa rusak lalu langsung dikerjakan, apalagi ini konstruksi besar,” ujarnya, Jumat 8/5).
Ia menjelaskan, secara normal proyek yang melewati tahun anggaran biasanya baru bisa ditangani pada tahun berikutnya. Namun karena kondisi jembatan dinilai krusial dan menyangkut kepentingan masyarakat luas, Pemkot Blitar memutuskan melakukan pergeseran anggaran agar penanganan bisa dipercepat.
Menurutnya, pergeseran anggaran baru dapat dilakukan pada April lalu sehingga saat ini proyek masih masuk tahap perencanaan sebelum masuk proses lelang.
“Kalau sesuai tahapan, kemungkinan lelang dilakukan Juni dan pengerjaan dimulai Juli setelah pemenang lelang ditetapkan,” katanya.
Mas Ibin menambahkan, pembangunan jembatan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan. Sebab, konstruksi jembatan nantinya dibuat lebih detail agar lebih kuat dan tidak mudah rusak.
Selain akses jalan, kerusakan jembatan juga berdampak pada satu rumah warga di sekitar lokasi yang terdampak longsor.
“Karena ada rumah warga terdampak, makanya penanganannya kami percepat. Tetapi memang tahapannya harus tetap dilalui,” pungkasnya.(*)







