KabarBaik.co – Veddriq Leonardo berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia pada Olimpiade Paris 2024 dari cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Hanya berselisih 0,02 detik mengubah segalanya, mengubah perasaan menjadi sukacita dari sebelumnya yang penuh tekanan.
Veddriq tak sekadar meneruskan tradisi medali emas Indonesia di panggung olahraga tertinggi dunia tersebut. Atlet asal Pontianak itu juga juga mencatatkan sejarah peraih medali emas pertama untuk Indonesia dari cabor di luar bulu tangkis.
“Senang sekali, Alhamdulillah, terima kasih masyarakat Indonesia. Olahraga ini baru tapi diberi kepercayaan dan bisa dibuktikan dengan meraih emas. Bersyukur untuk pencapaian ini dan saya pun bangga atas pencapaian ini,” kata Veddriq dalam keterangan resmi usai perlombaan.
“Medali emas ini berkah dan ini juga merupakan kerja keras, usaha, dedikasi semua tim pelatih, atlet, teman keluarga yang telah memberikan doa dan dukungan. Ini juga kado buat Indonesia di ulang tahun ke-79,” imbuhnya.
Medali emas yang diraih Veddriq usai mengalahkan wakil China, Wu Peng, dalam final yang diselenggarakan di Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8) malam WIB. Dia membukukan waktu 4,75 detik atau 0,02 detik lebih cepat dari lawannya yang mencatat waktu 4,77 detik.
Sebelumnya, Veddriq mengatasi pemain tuan rumah Prancis, Bassa Mawem, dalam perempat final. Dia menyisihan Mawem yang tak pernah mencatat waktu di dibawa lima detik, dengan membukukan waktu 4,88 detik, sehingga lolos ke babak semifinal.

Di semifinal, pria yang sempat tampil di game show Sasuke Ninja Warrior Indonesia pada medio 2017 itu semakin trengginas dengan menuntaskan babak tersebut dengan catatan waktu 4,78 detik untuk mengalahkan lawannya Reza Alipour Shenazandifard dari Iran yang membukukan waktu 4,84 detik.
“Indonesia harus berterima kasih dan bersyukur kita mendapat sejarah medali emas di luar bulutangkis. Ini menandakan bahwa Indonesia bisa bersaung dengan siapapun, termasuk USA dan China. Ini akan menambah semangat walaupun di akhir-akhir, masih ada Rizki Juniansyah, Bernard van Aert dan Nurul Akmal juga pasti bisa,” ujar Chef de Mission (CdM) Anindya Bakrie.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari bangga kontingen Merah-Putih mendapatkan medali emas pertama. Namun, dia menilai perjuangan Indonesia belum usai.
“Siapa yang tidak sedih, siapa yang tidak bangga Indonesia Raya berkumandang. Tapi jangan berhenti berdoa karena masih ada lagi peluang,” ungkapnya.
“Saya tadi sama Presiden IOC Thomas Bach dan NOC Prancis David Lappartient, mereka menyaksikan bagaimana Indonesia dapat emas pertama. Dan mereka memberikan selamat. Itu juga jadi momentum karena kita mau bidding Youth Olympic 2030,” lanjutnya. (*)






