KAI Perkuat Edukasi Anti Pelecehan Lewat Sosialisasi dan Penandatanganan Petisi

oleh -478 Dilihat
a2ef8b7d 0f7e 4467 8c3f 3b2329032da6
Manager Humas Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Upaya pencegahan pelecehan seksual di lingkungan kereta api kembali ditegaskan PT KAI Daop 7 Madiun melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Blitar, Kamis (27/11).

Acara tidak hanya memuat penyampaian materi, tetapi juga ditutup dengan penandatanganan petisi dukungan sebagai komitmen bersama menciptakan ruang perjalanan yang aman.

Manager Humas Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul, menekankan bahwa keberanian penumpang untuk melapor menjadi kunci utama penanganan kasus pelecehan. Menurutnya, masih banyak penumpang yang memilih diam meski insiden bisa terjadi di ruang publik seperti stasiun maupun di dalam kereta.

“Kalau ada kejadian yang mengarah pada pelecehan seksual, jangan disimpan sendiri. Segera sampaikan ke petugas. Kami siap menerima laporan kapan saja,” ujarnya, Kamis (27/11).

Rokhmad menilai tanpa laporan, petugas tidak bisa mengambil tindakan cepat. Karena itu, seluruh kanal pengaduan dibuka luas—mulai petugas stasiun, kondektur di rangkaian, hingga call center 121 bagi penumpang yang enggan berbicara langsung. Menurutnya, pelaporan dini membantu mempercepat proses penanganan.

Ia juga menyebut KAI menerapkan sanksi tegas bagi pelaku, termasuk blacklist selama 365 hari. Selama masa itu, pelaku tidak diizinkan menggunakan layanan kereta api.

“Kalau terbukti, langsung kami blacklist satu tahun penuh,” jelasnya.

Sejauh ini, hingga akhir November 2025, Daop 7 belum menerima laporan pelecehan di wilayahnya. Meski begitu, Rokhmad mengakui beberapa jenis layanan memiliki risiko lebih tinggi, terutama kereta komuter dengan tingkat okupansi padat. Untuk meminimalkan potensi kejadian, petugas rutin melakukan patroli di setiap perjalanan.

Sosialisasi kemudian ditutup dengan penandatanganan petisi pencegahan pelecehan seksual sebagai bentuk dukungan publik terhadap lingkungan kereta yang lebih aman.

“Prinsipnya, jangan takut melapor. Kami bergerak cepat jika ada informasi,” tegas Rokhmad.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.