KabarBaik.co, Nganjuk – Mobil Daihatsu Espass terbakar di Jalan Raya Kediri-Nganjuk, tepat di depan Koramil Loceret, Selasa (17/3) malam. Kebakaran terjadi saat sang pemilik mobil hendak menuju exit tol Nganjuk untuk menjemput anaknya yang mudik dari Jakarta.
“Mau ke exit tol Nganjuk, jemput anak saya mudik dari Jakarta,” ujar pemilik mobil, Mughni, 65, ditemui Kabar baik.co di lokasi kejadian.
Pria warga Desa Macanan, Loceret, Nganjuk itu mengaku tidak merasakan adanya indikasi kerusakan apapun pada kendaraannya sebelum kepulan asap muncul dari bagian bawah sebelah kanan. Bahkan, mobil tersebut baru saja digunakan untuk perjalanan jauh ke Surabaya tanpa mengalami kendala sedikitpun.
“Sebetulnya enggak ada yang aneh, Kemarin saya bawa ke Surabaya pulang ini enggak ada masalah, enggak ada kelainan apa-apa,” tambahnya.
Beruntungnya, saat ada orang yang menyadari dan berteriak tentang keberadaan api, Mughni dengan cepat menepikan kendaraan dan keluar bersama cucunya sebelum api menyebar ke seluruh badan mobil. Kedua orang tersebut selamat tanpa mengalami cedera sedikitpun.
“Tadi tahunya ada yang teriak, api api, saya dan cucu kemudian menepi turun, ternyata memang ada api.. Alhamdulillah selamat,” pungkasnya dengan rasa syukur.
Perhatian cepat juga datang dari pihak Koramil Loceret. Danramil Loceret Kapten Dulkarim mengungkapkan bahwa dirinya baru saja memarkir kendaraannya di lokasi tempat mobil Mughni berhenti, sehingga bisa langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“Barusan tadi saya parkir, ini tadi saya langsung koordinasi dengan Polsek, dan Damkarmat Nganjuk,” ungkapnya.
Tidak berselang lama, petugas Damkarmat Nganjuk tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Komandan Regu Damkar Nganjuk Pos Pace, Danur, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 20.33 WIB dari relawan pemadam kebakaran yang melintas di lokasi.
“Anggota Siaga 1 Pace segera menuju lokasi dan tiba pukul 20.38 WIB. Kami langsung melakukan tindakan pemadaman agar api tidak merembet atau membahayakan bangunan di sekitar lokasi,” jelas Danur.
Berdasarkan analisis sementara di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting pada sistem kelistrikan mobil yang muncul dari bagian belakang atau bagasi sebelum menyebar ke seluruh kendaraan.
“Penyebab kebakaran diduga korsleting kelistrikan. Api muncul dari bagian belakang atau bagasi, lalu merembet ke seluruh badan mobil,” kata Danur.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 40 juta. Proses pemadaman juga dibantu oleh personel Koramil Loceret dan Polsek Loceret yang turut mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
Pihak damkar mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kelistrikan kendaraan, terutama bagi yang sering digunakan untuk perjalanan jarak jauh. (*)






