KabarBaik.co – Warga Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik, terhimpit lonjakan harga bahan pokok setelah pasokan terhenti lebih dari sepekan. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Darmawan, mengonfirmasi kelangkaan itu dipicu tidak adanya kapal yang melintas menuju Bawean selama satu minggu terakhir.
“Salah satu penyebabnya tidak ada kapal selama satu minggu,” ujar Darmawan saat dikonfirmasi, Sabtu (6/9). Gelombang laut tinggi disebut menjadi faktor utama kapal-kapal tak bisa menyeberang. Akibatnya, suplai bahan pokok ke Pulau Bawean tersendat yang berimbas pada harga-harga kebutuhan harian merangkak naik.
Bawang merah yang semula Rp 45 ribu per kilogram pada (26/8) melonjak menjadi Rp 50 ribu pada (4/9). Telur ayam naik dari Rp 32 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan, harga ayam potong menjadi yang paling mencolok, dari Rp 45 ribu kini tembus Rp 75 ribu per kilogram.
Untuk meredam gejolak, pemerintah daerah menggelar pasar murah di dua kecamatan di Pulau Bawean, yakni Tambak dan Sangkapura, pada Sabtu (6/9). “Hari ini pasar murah digelar di dua kecamatan,” kata Darmawan.
Menurut Darmawan, pemulihan pasokan diharapkan segera terjadi. Menurut informasi yang ia terima, Senin mendatang sudah ada kapal yang bisa merapat ke Bawean. “Senin infonya sudah ada kapal yang bisa merapat ke Pulau Bawean, mudah-mudahan,” tandas Darmawan. (*)







