Penting & Menarik:
- Ramadan 1447 H diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari dengan Hari Raya Idul Fitri diproyeksikan jatuh pada 21–22 Maret 2026.
- Libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 2026 berpotensi berlangsung selama lima hari berturut-turut, sehingga membuka peluang terjadinya lonjakan arus mudik dan aktivitas pariwisata.
KabarBaik.co — Umat Islam di Indonesia bersiap kembali menjalankan ibadah puasa Ramadaan lebih awal pada 2026. Berdasarkan kalender Hijriah dan proyeksi pemerintah, awal Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada pertengahan Februari, sementara libur Hari Raya Idul Fitri berpotensi menghadirkan libur panjang hingga lima hari berturut-turut pada akhir Maret.
Puasa Ramadan 1447 H diperkirakan dimulai sekitar 18 atau 19 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Fitri diproyeksikan jatuh pada 21–22 Maret 2026. Meski demikian, penetapan resmi awal dan akhir Ramadan serta Idul Fitri tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Sidang isbat biasanya digelar Kementerian Agama menjelang 1 Ramadaan dan 1 Syawal, dengan melibatkan para pakar astronomi, perwakilan ormas Islam, serta hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 2026 diperkirakan berlangsung pada 20 hingga 24 Maret 2026. Rinciannya meliputi cuti bersama pada 20 Maret, libur nasional Idul Fitri pada 21–22 Maret, serta tambahan cuti bersama pada 23–24 Maret.
Jika tidak ada perubahan, rangkaian libur tersebut akan menciptakan libur panjang selama lima hari, yang diperkirakan dimanfaatkan masyarakat untuk mudik Lebaran dan berlibur bersama keluarga. Kendati demikian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi hasil sidang isbat agar tidak terjadi perbedaan dalam penentuan awal puasa dan Hari Raya Idul Fitri.
Dengan semakin dekatnya Ramadaan 2026, berbagai persiapan—mulai dari ibadah, aktivitas ekonomi, hingga perencanaan mudik—diperkirakan akan mulai dilakukan masyarakat sejak awal tahun. (*)









