KabarBaik.co, Gresik – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, ulama, dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Kamis (2/4), di Kantor MUI Gresik.
“Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini dengan peran serta semua elemen masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, Ketua MUI Kabupaten Gresik Ainur Rofiq Toyyib, serta perwakilan Kementerian Agama dan organisasi keagamaan lainnya.
Ketua MUI Gresik KH. Ainur Rofiq Toyyib, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga sinergi demi menciptakan suasana aman dan damai di Gresik.
“Mari kita bentengi Kabupaten Gresik dengan iman dan takwa, serta terus menjaga tradisi halal bihalal sebagai sarana mempererat ukhuwah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan ulama menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Sinergitas antara pemerintah dan ulama harus terus dijaga. Semoga apa yang kita lakukan menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan bagi masyarakat Gresik,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama kepolisian terus memantau stabilitas harga bahan pokok dan BBM guna menjaga daya beli masyarakat.
Acara diawali dengan pembacaan Asmaul Husna dan doa bersama, lalu ditutup dengan ramah tamah serta saling bersalaman antar peserta. Doa dipimpin oleh Achmad Ismail bin Abdullah Al-Habsy.
Momentum halal bihalal ini menjadi simbol kuatnya hubungan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan ulama dalam menjaga harmoni sosial di Kabupaten Gresik, sekaligus mempertegas pesan Kapolres bahwa komunikasi dan kolaborasi adalah kunci utama mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.(*)






