KabarBaik.co, Banyuwangi – Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rofiq Ripto Himawan menaruh perhatian serius atas maraknya peristiwa kecelakaan di wilayah ujung timur Pulau Jawa ini.
Apalagi kecelakaan yang terjadi memiliki tingkat fatalitas tinggi. Beberapa kejadian mengakibatkan pengguna jalan meninggal dunia.
“Sejak awal saya konsen masalah itu, karena tidak ada yang lebih disaster daripada kecelakaan,” kata Rofiq, Rabu (25/2).
Tahun lalu jumlah korban meninggal dunia karena kecelakaan di Banyuwangi hampir 300 jiwa. Baginya kondisi itu memprihatinkan dan perlu perlu langkah konkret untuk menekannya.
Menurutnya upaya menurunkan angka kecelakaan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Ini menjadi fokus kita bersama, tidak bisa cuma polisinya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, terdapat berbagai faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Salah satunya adalah penyempitan badan jalan akibat penggunaan fasilitas umum yang tidak sesuai peruntukannya, seperti dijadikan lokasi parkir, tempat bongkar muat, maupun tempat berjualan.
“Kalau di situ bukan tempat untuk jualan jangan sampai untuk jualan. Harusnya dipakai untuk parkir dan bongkar muat kendaraan, akhirnya bongkar muat di pinggir jalan,” katanya.
Menurutnya, penggunaan ruang publik yang tidak sesuai fungsi menyebabkan penyempitan jalan dan berpotensi memicu kecelakaan. Hal tersebut juga berkaitan dengan tingkat kedewasaan serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Karena lalu lintas adalah cermin kepribadian dan tingkat pendidikan masyarakat, ayo kita menjadi masyarakat yang cerdas,” ujarnya.






