KabarBaik.co, Indramayu – Selama hampir satu dekade, Umsiyah Zulfa, 42, menjalani hari-harinya dengan mengajarkan Alquran kepada anak-anak di kampungnya di Indramayu, Jawa Barat. Tak ada honor tetap yang diterimanya. Iuran dari orangtua murid pun hanya seikhlasnya, sekadar untuk menopang operasional tempat belajar mengaji.
Namun, pengabdian yang dijalaninya dengan ikhlas itu akhirnya berbuah kebahagiaan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Guru TK-TPA Imam Al-Ghozali, Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, itu mendapat hadiah umroh gratis dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Umroh tersebut menjadi pengalaman yang sangat istimewa bagi perempuan yang akrab disapa Ummi itu. Sebab, untuk pertama kalinya, ia dapat melihat langsung Ka’bah, kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Pengabdian Ummi sebagai guru ngaji bermula pada 2016. Ketika itu, pendidikan agama bagi anak-anak di wilayah tempat tinggalnya belum banyak mendapat perhatian.
Ummi kemudian berinisiatif merintis kegiatan belajar mengaji. Ia bahkan mengantar dan menjemput sendiri anak-anak yang hendak belajar.
Selama hampir 10 tahun, ia tetap bertahan mengajar meski tidak mendapatkan honor tetap. Uang yang diberikan orangtua murid hanya berupa iuran sukarela dan digunakan untuk kebutuhan operasional TPA.
Di tengah keterbatasan itu, Ummi tetap menjalankan pengabdiannya. Bahkan, perhatian utamanya selama ini bukan bagaimana mendapatkan imbalan, melainkan memastikan anak-anak di lingkungannya memiliki kesempatan untuk belajar agama.
Karena itu, ketika kabar dirinya mendapat hadiah umroh dari Kapolri datang, Ummi mengaku sempat tidak percaya.
“Saat dengar dapat hadiah Umroh Gratis dari Bapak Kapolri, saya sangat bersyukur. Tidak pernah terlintas di benak saya, karena selama ini masih fokus untuk biaya sekolah dan pesantren anak,” ujar Ummi saat dihubungi awak media via telepon, Jumat (14/8).
Bagi Ummi, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar hadiah. Umroh menjadi jawaban atas salah satu impian terbesar dalam hidupnya.
Ia akhirnya dapat berdiri di hadapan Ka’bah yang selama ini hanya bisa dibayangkan dan dilihat dari kejauhan.
“Bagi saya ini bukan hanya anugerah terindah, tapi keajaiban dari Allah SWT melalui tangan kebaikan Bapak Kapolri dan program Wisata Religi Umroh Gratis dari Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia,” tambahnya.
Kebahagiaan itu pun bercampur haru. Dengan air mata yang mengalir, Ummi memanjatkan doa untuk Kapolri dan keluarganya.
“Semoga Bapak Kapolri beserta keluarga dianugerahi kesehatan, keberkahan, dan kekuatan lahir batin dalam menghadapi dinamika dan cobaan. Semoga keluarga besar Polri senantiasa mampu menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan damai. Saya tidak bisa membalas apa-apa, hanya bisa mendoakan. Semoga kebaikan Bapak dibalas ganjaran oleh Allah SWT,” tutupnya.
Momen haru kembali terjadi ketika Ummi berada di Pelataran Ka’bah, Mekkah, Arab Saudi. Di tempat yang selama ini menjadi impiannya, ia kembali menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya.
“Sekali lagi terima kasih banyak Pak Kapolri, terima kasih tak terhingga ataa perhatianya kepada saya, guru ngaji dikampung ini”, ungkapnya sambil berteriak penuh rasa syukur dan haru di Pelataran Ka’bah, Mekkah, Arab Saudi.
Bagi Ummi, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian yang dilakukan dengan tulus terkadang menghadirkan kejutan yang tidak pernah disangka.
Selama bertahun-tahun ia mengajarkan mengaji tanpa mengharapkan honor tetap. Kini, perempuan yang setiap hari mendampingi anak-anak belajar agama itu justru mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah umroh.
Program Umroh Gratis tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial Polri bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia. Selain umroh, program sosial itu juga mencakup bedah rumah, ziarah Holyland, dan pembangunan Mushola Presisi.(*)






