KabarBaik.co, Batu – Sorotan terhadap kondisi seekor singa jantan di Lion Feeding Section, Jatim Park 2, mendapat respons dari pihak pengelola. Jatim Park disebut telah menghubungi aktivis pemerhati kesejahteraan satwa Doni Herdaru untuk memberikan respons terkait kondisi singa tersebut.
Doni adalah pihak yang mengunggah foto singa kurus koleksi Jatim Park 2 di akun Instagram @doniherdaru. Unggahan yang diunggah pada Jumat (14/8) itu kemudian menjadi viral.
Doni mengungkapkan pihak Jatim Park 2 juga mengundangnya untuk datang langsung ke lokasi. Kunjungan tersebut nantinya menjadi kesempatan untuk melihat kondisi singa sekaligus berdiskusi dengan dokter hewan dan keeper yang menangani satwa tersebut.
Sejumlah hal akan menjadi bahan pembahasan, di antaranya Body Condition Score (BCS), berat badan, kebutuhan pakan, serta perawatan yang diberikan kepada singa.
Doni menyambut baik langkah Jatim Park yang membuka ruang komunikasi dan memberikan kesempatan untuk melihat kondisi satwa secara langsung.
“Kami menyambut baik keterbukaan ini,” kata Doni melalui unggahannya, saat dilihat lewat media sosial, pada Sabtu (15/8).
Ia menyampaikan akan mengupayakan kunjungan secepatnya, paling memungkinkan pada pekan depan. Namun, Doni masih memiliki sejumlah agenda yang harus diselesaikan.
Pada 20 Agustus, ia dijadwalkan menghadiri sidang putusan kasus anjing di Lombok. Setelah itu, terdapat agenda ke Polres Manggarai Barat untuk berkoordinasi terkait kasus burung hantu.
Setelah jadwal memungkinkan, Doni memastikan akan datang dan berdiskusi langsung dengan pihak Jatim Park mengenai kondisi singa yang menjadi perhatian publik.
Menurut Doni, keterbukaan ruang dialog tidak berarti kritik terhadap pengelolaan satwa dihentikan. Kritik dan dialog dinilai harus tetap berjalan secara beriringan.
“Kritik tetap berjalan. Dialog juga harus berjalan,” tegasnya.
Doni menekankan tujuan dari persoalan ini bukan untuk memenangkan perdebatan antara pihak yang mengkritik dan pengelola. Hal terpenting, menurutnya, adalah mendapatkan informasi yang objektif mengenai kondisi singa tersebut.
“Yang kita cari bukan kemenangan dalam perdebatan, tetapi jawaban yang obyektif dan memastikan kesejahteraan singa tersebut benar-benar menjadi prioritas,” ujarnya di akun media sosial. (*)






