Dokter Hewan Ungkap Kondisi Sebenarnya Singa Kurus di Jatim Park 2

oleh -133 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 15 at 2.10.00 AM
Singa Jatim Park 2 bernama Untung yang viral kondisinya kurus (Ist)

KabarBaik.co, Batu – Kondisi singa bernama Untung di Jatim Park 2, Kota Batu, menjadi perhatian setelah penampilan fisiknya terlihat kurus. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa satwa tersebut mengalami sakit atau kekurangan makanan.

Dokter Hewan Jatim Park 2, drh. Aidhia Safiranisa, menjelaskan Untung kini telah berusia 16 tahun. Dalam usia tersebut, singa sudah masuk kategori senior atau geriatrik.

Menurutnya, singa tergolong dewasa ketika memasuki usia sekitar 4 hingga 6 tahun. Sementara ketika usianya telah melewati 10 tahun, terjadi sejumlah perubahan alami akibat proses penuaan.

“Seiring dengan penuaan, metabolisme juga bisa sedikit menurun dan massa otot juga bisa menurun. Sehingga menyebabkan singa terlihat lebih kurus atau lebih slim,” jelas Aidhia, Jumat (14/8) tadi malam.

Meski demikian, kondisi tubuh Untung tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan visual. Tim medis melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari massa otot, nafsu makan, aktivitas hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Aidhia mengatakan dalam ilmu kedokteran hewan terdapat metode Body Condition Score (BCS) untuk menilai kondisi tubuh satwa. Penilaian dilakukan dengan melihat sejumlah indikator, termasuk massa otot dan tonjolan tulang pada tubuh hewan.

Hasil penilaian tersebut kemudian dibandingkan dengan referensi yang sesuai untuk menentukan apakah kondisi tubuh satwa berada pada kondisi ideal, terlalu kurus, atau justru terlalu gemuk.

“Jadi kondisi tubuh secara visual yang terlihat lebih ramping tidak serta-merta atau tidak selalu menandakan bahwa hewan tersebut sedang sakit atau kekurangan makan,” terang dia.

Pemantauan terhadap Untung juga melibatkan animal keeper yang setiap hari mengamati aktivitas dan kondisi satwa tersebut. Jika terdapat perubahan pola makan maupun aktivitas, tim dokter hewan akan melakukan observasi lebih lanjut.

Apabila hasil observasi menunjukkan adanya kondisi yang membutuhkan penanganan, tindakan medis akan dilakukan sesuai kebutuhan.

Dari sisi pakan, menurut Aidhia, Untung tetap mendapatkan asupan sesuai kebutuhannya. Jumlah pakan disesuaikan dengan sejumlah faktor, antara lain berat badan, usia, tingkat aktivitas serta kondisi tubuhnya.

“Untung di sini tetap mendapatkan kebutuhan pakan sesuai kebutuhannya berdasarkan berat badannya, usia, aktivitas dan kondisi tubuhnya,” ujarnya.

Ia menambahkan pemeriksaan kesehatan terhadap satwa yang telah memasuki usia senior memang tidak bisa hanya mengandalkan penampilan fisik. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan kualitas hidup satwa tetap terjaga.

Dalam pengelolaan satwa di lembaga konservasi, tujuan utama bukan membuat hewan terlihat gemuk. Aidhia menyebut, yang lebih penting adalah memastikan satwa tetap sehat, nyaman, aktif sesuai kondisinya, serta seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

“Di lembaga konservasi, tujuan kami bukan membuat hewan terlihat gemuk, namun menjaga hewan tetap sehat, nyaman dan juga terpenuhi kebutuhan hidupnya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.