Kasus Kanker Meningkat di Usia Muda, Ahli Bedah Malaysia Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

oleh -28 Dilihat
IMG 20251123 WA0010
Consultant Breast & Endocrine Surgeon dari Hospital Picaso Malaysia, Dr. Normayah Kitan. (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Kasus kanker kini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pasien berusia muda yang datang dengan kondisi kanker sudah pada stadium lanjut.

Hal itu disampaikan Consultant Breast & Endocrine Surgeon dari Hospital Picaso Malaysia, Dr. Normayah Kitan, dalam ajang Surabaya Symposium of Oncology (Simponi) 2025 yang digelar di Hotel Ciputra Surabaya, mengusung tema “Multidisciplinary Approach in Women’s and Children’s Oncology”.

Normayah menjelaskan, kebutuhan layanan kanker semakin kompleks sehingga penanganan harus dilakukan secara menyeluruh sejak tahap awal. Di Hospital Picaso tersedia fasilitas pemeriksaan dan perawatan mulai dari diagnosis, tindakan pembedahan, hingga terapi lanjutan seperti onkologi medis dan target terapi.

“Kami memiliki teknologi untuk menangani kanker lanjut—misalnya kanker yang sudah menyebar ke hati atau paru-paru—yang membutuhkan fasilitas tinggi dan sangat spesifik,” tuturnya.

Menurut Normayah, peningkatan jumlah pasien dari Indonesia yang memilih berobat ke Malaysia menunjukkan masih terbatasnya layanan terapi lanjutan tertentu di dalam negeri. Banyak di antara mereka datang ketika kanker sudah berkembang dan menyebar ke organ lain.

Secara global, kanker payudara menjadi jenis kanker paling banyak menyerang perempuan. Disusul kanker usus (kolorektal) dan kanker paru-paru. Ia menambahkan bahwa pola gaya hidup ikut berkontribusi pada melonjaknya kasus kanker di usia produktif.

“Sekarang kanker datang lebih awal, pada orang-orang yang masih muda. Bisa jadi karena pola hidup sehari-hari, tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa angkanya terus meningkat,” ucapnya.

Selain faktor medis, Normayah menilai masih ada kesamaan budaya antara masyarakat Indonesia dan Malaysia: takut memeriksakan diri sejak dini. Banyak pasien berharap gejala akan hilang dengan sendirinya, sehingga terlambat mencari pertolongan.

“Mereka takut risiko perawatan dan takut efek samping, sehingga menunda datang ke rumah sakit,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam menekan risiko kanker berkembang menjadi lebih serius. “Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang sembuh,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.