Kebakaran Bromo Capai 921 Hektare, Water Bombing Terkendala Kabut dan Angin

oleh -105 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 13 at 12.37.09 PM
Proses pemadaman karhutla gunung Bromo (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Malang, masih terus ditangani tim gabungan. Hingga Rabu (12/8), luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 921,42 hektare.

Penanganan kebakaran menghadapi sejumlah kendala, mulai dari medan terjal dan jalur berpasir hingga kondisi cuaca. Kabut dan kepulan asap membuat visibilitas untuk operasi water bombing berkurang, sementara angin kencang berpotensi mempercepat penjalaran api.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan medan menjadi salah satu persoalan dalam proses pemadaman melalui jalur darat.

“Jalur berpasir cukup tebal di bagian bawah kawasan Dingklik membuat mobilisasi kendaraan pemadam menuju lokasi terdampak menjadi lebih lambat. Petugas juga harus melewati medan terjal yang menyulitkan tim pemadam manual menjangkau titik api,” terangnya, lewat seluler, Kamis (13/8).

Meski demikian, lanjut Sadono, tim gabungan tetap melakukan pemadaman dari darat menggunakan mobil tangki dan peralatan manual. Penanganan dilakukan di Pusung Duwur wilayah Dingklik serta sejumlah area yang masih dapat dijangkau petugas.

Sementara itu, tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di kawasan Pusung Duwur, Dingklik. Operasi dilakukan secara bergantian dengan tetap memperhatikan prosedur keselamatan penerbangan.

Dalam sehari, tercatat 29 rit penyiraman dilakukan. Hingga Rabu (12/8), total air yang dijatuhkan melalui operasi water bombing mencapai 279.800 liter.

Namun, operasi udara belum dapat dimaksimalkan karena kabut dan kepulan asap mengurangi jarak pandang menuju titik sasaran. Hembusan angin yang cukup kencang juga menjadi kendala karena dapat membuat api lebih cepat menjalar.

Selain faktor cuaca, keterbatasan sumber air turut menjadi perhatian. Operasi water bombing membutuhkan pasokan air yang memadai agar penyiraman dari udara dapat terus dilakukan.

Di lapangan, hot spot di Pusung Duwur Dingklik masih terpantau mengeluarkan asap. Kebakaran juga dilaporkan meluas ke kawasan Pakis Bincil dan Bukit Cinta yang mengarah ke Seruni Point, Dingklik.

Data sementara BPBD Kabupaten Malang memperkirakan luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar 921,42 hektare. Namun, angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemetaan ulang.

Di sejumlah wilayah, kondisi mulai menunjukkan perkembangan positif. Titik api di P30 dilaporkan sudah nihil, sedangkan titik api di kawasan Penanjakan tersisa dalam skala kecil.

Saat ini, titik api terbesar masih berada di kawasan Pakis Bincil, Dingklik. Tim gabungan terus melakukan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas.

Pada Kamis (13/8), tim darat dijadwalkan melanjutkan pemantauan dan pemetaan titik api. Operasi water bombing akan disesuaikan dengan kondisi kabut serta arah dan kekuatan angin pada ketinggian 1.000 hingga 4.000 kaki sebelum sasaran ditentukan.

Sementara itu, kawasan wisata Gunung Bromo masih ditutup untuk kunjungan wisatawan melalui seluruh pintu masuk. Penutupan berlaku sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

Penutupan dilakukan untuk mendukung proses penanganan kebakaran serta memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan pemadaman dan pemantauan di kawasan terdampak. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.