Keberlanjutan Media Lokal Sebagai Pencerita Yang Kuat di Daerah

oleh -90 Dilihat
Diskusi Keberlanjutan media dan ekosistem
Pemred Suara.com, Suwarjono pada Diskusi "Keberlanjutan Media dan Ekosistem" Kamis (13/8) di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya

Media lokal atau media massa online yang berada di daerah, sedang berada di ujung tanduk. Pendapatan dari APBN tak lagi bisa diandalkan. Pemasukan dari iklan juga semakin sedikit.

Selain bersaing dengan media lain yang sejenis, jaringan media raksasa yang berada di daerah, kini juga muncul pesaing baru. KOL (Key Opinion Leader), influencer (pemengaruh), dan kreator konten.

Setidaknya hal itu yang muncul di diskusi “Keberlanjutan Media dan Ekosistem” yang berlangsung di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya, Kamis (13/8) lalu. Pemimpin Redaksi suara.com, Suwarjono, menegaskan jika tidak segera bersiap, maka banyak media akan hilang arah.

“Iklan sekarang sudah berubah bentuk. Para pemilik brand lebih memilih beriklan di komunitas daripada website. Karena itu kita harus bersiap,” kata Suwarjono.

Manfaatkan Media Sosial

Media lokal yang sebagian besar didanai APBD, kini tak bisa lagi berharap banyak. Jika tahun ini dikurangi, maka tahun depan kemungkinan ada beberapa daerah yang tidak lagi memiliki anggaran untuk media. Karena jurnalisme itu mahal, maka media harus bisa mencari sumber pendapatan baru.

Salah satunya melalui media sosial yang menunjukkan trend yang meningkat, baik dari segi audiens maupun engagement atau interaksi. Karena audiens kini sudah berpindah, dari media ke platform. Terutama platform Tiktok. Sekarang orang mencari video bukan lagi teks berita.

Selain itu, media harus membentuk komunitas yang kuat. Karena hal Ini diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan baru. Misalnya penjualan tiket workshop, training, atau konten berbayar. Dengan ikatan komunitas yang kuat, hal itu akan meningkatkan kepercayaan brand terhadap media terkait.

Karena itu jurnalisme harus menjadi jembatan untuk berbagai tujuan. Media harus bisa menjadi sebuah ekosistem bisnis. Ada beragam platform guna meningkatkan branding, yang bertujuan menambah keuntungan.

Isi Berita yang Sama

Sayangnya, hampir semua media lokal isi beritanya mirip. Karena hanya mengandalkan pers rilis dari perusahaan atau instansi terkait. Kini, hal itu tidaklah mencukupi keinginan audiens. Di tengah gempuran informasi, jika isi berita sama dengan media lain, tentu saja akan segera ditinggalkan pembacanya.

Padahal media daerah atau media lokal memiliki keuntungan yang tidak dimiliki media nasional. Yakni kedekatan. Seperti pemahaman isu lokal, kedekatan dengan tokoh, budaya, komunitas, data, hingga masalah lokal.

“Jadilah storyteller of the region. Pencerita di daerah,” tegas Suwarjojo. Buatlah berita berkualitas yang hanya bisa dikerjakan media lokal karena berbagai keuntungan kedekatan yang dimiliki.

Apalagi media nasional sekarang cenderung memiliki banyak kepentingan, sehingga terkadang menghambat kelincahan media. Di sinilah titik kosong yang seharusnya diisi oleh media lokal. Media lokal bisa menyuguhkan informasi dengan lebih independen dan beragam.

Posisi AI pada Media Lokal

Selain berbagai masalah di atas, masih ada AI yang dianggap menggerus keberadaan media lokal. Padahal seharusnya keberadaan AI tidak dianggap hal yang mengancam. Namun, harus dirangkul dan dimanfaatkan.

Faktanya, bahan bakar AI adalah artikel-artikel yang dihasilkan media online. Alih-alih memberikan daftar artikel yang bisa diakses seperti di google search, AI hanya memberikan kesimpulan instan dari pertanyaan atau permintaan yang diajukan. Darimana jawaban tersebut? Dirangkum dari artikel-artikel yang tersedia di google.

Karena itu, tidak sedikit media online yang views-nya naik. Akibat muncul di google discovery atau AI mode Gemini. Karena itu sebenarnya hubungan AI dan web ini saling membutuhkan. Selama isi atau konten web sesuai, pasti masuk rekomendasi AI. Seperti yang dikatakan Yos Kusuma, News Partner Manager Google yang juga hadir di acara diskusi.

“Yang paling penting, web sehat, audiens banyak, revenue (pendapatan) akan mengikuti,” ujarnya. Yos hadir bersama Adeel Farhan, Head of News Partnerships, Southeast Asia & South Asia Frontier at Google. Kehadiran mereka sekaligus menegaskan posisi google untuk selalu mendukung posisi media lokal.

Yos juga menekankan pentingnya SEO sebagai dasar yang kuat sebelum merambah ke GEO.  Jika SEO (Search Engine Optimization) berfokus agar halaman web mendapat peringkat tinggi di daftar hasil pencarian Google lewat kata kunci dan backlink. GEO (Generative Engine Optimization) adalah cara agar konten dipilih dan dikutip oleh mesin pencari berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Perplexity untuk dijadikan jawaban instan.

Trial and Error

Keberadaan AI ini juga tidak memaksa pengguna untuk menggunakannya. Ada pilihan untuk tidak menggunakannya. Kuasa sepenuhnya ada di tangan pemilik web. “Pemilik konten web bisa memilih untuk keluar dari google. Tidak apa-apa,” tegas Yos.

Namun, jika bersama google, web bisa memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan. Seperti google analytic, berupa analisa dari web yang bisa ditindaklanjuti untuk melihat performa web. Google juga menyediakan berbagai macam AI Tools yang bisa digunakan. Mulai dari pin point, google trends, cloud AI, hingga Notebook LM. Meski ada layanan berbayar seperti cloud AI, masih banyak pula yang gratis.

Google juga menyarankan untuk meningkatkan nilai konten, sehingga audiens bersedia membayar untuk menikmati konten-konten berkualitas. Hal ini lazim disebut konten berbayar. Bisa dalam bentuk konten berlangganan, memanfaatkan gift atau sejenisnya.

Meski terasa berat, memang inilah masa transformasi. Kabar baiknya, belum ada satu pun perusahaan atau model bisnis media online yang sukses. Yang bisa dijadikan benchmark atau titik acuan kesuksesan. Semua kemungkinan masih terbuka lebar.

Suara.com juga tidak pernah terpikir akan mengerjakan banyak hal selain menyajikan berita. Kita semua melakukan trial and error dan mencoba segala kemungkinan,” pungkas Suwarjono.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Anggi


No More Posts Available.

No more pages to load.