Ribuan Puyuh Dibagikan Gratis di Blitar, Warga Sempat Curiga Kena Prank

oleh -94 Dilihat
IMG 20260701 WA0044
Pembagian burung puyuh gratis di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Rabu (1/7),

KabarBaik.co, Blitar – Pembagian burung puyuh gratis di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Rabu (1/7), sempat membuat warga kebingungan. Informasi yang beredar melalui media sosial mengundang ratusan warga datang sejak pagi. Namun hingga menjelang siang, burung puyuh yang dijanjikan tak kunjung tiba sehingga sebagian warga mulai curiga kegiatan tersebut hanya prank.

Kerumunan warga terlihat memadati lokasi pembagian sejak pagi hari. Mereka datang setelah memperoleh informasi adanya pembagian ribuan burung puyuh secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Lukman, warga Desa Jabon, Kecamatan Selopuro, mengaku datang ke lokasi karena diminta membantu proses pembagian. Menurutnya, informasi yang diterima menyebutkan burung puyuh tersebut berasal dari peternakan milik seseorang di Pasuruan yang mengalami kebangkrutan.

“Saya dapat informasi disuruh membantu membagikan burung puyuh gratis dari teman bernama Arif Fuadi. Katanya dari temannya yang bangkrut, kemudian dibeli dan dibagikan ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Lukman, pembagian itu diinisiasi oleh Arif Fuadi, pemilik rumah yang dijadikan lokasi pembagian. Namun saat kegiatan berlangsung, Arif diketahui sedang berada di Jawa Tengah sehingga tidak bisa hadir langsung.

Awalnya, jumlah puyuh yang akan dibagikan disebut mencapai sekitar 4.000 ekor. Namun hingga pukul 10.00 WIB, baru sekitar 150 ekor yang tersedia di lokasi. Sementara ribuan puyuh lainnya masih dalam perjalanan menuju Desa Jambewangi. “Saya datang di rumahnya memang masih ada lima boks puyuh. Informasi terakhir yang saya terima, barang masih di wilayah Malang dan sedang menuju ke sini,” katanya.

Keterlambatan kiriman membuat sebagian warga mulai meragukan informasi yang beredar. Bahkan ada warga yang memilih meninggalkan lokasi karena menganggap kegiatan tersebut tidak jadi dilaksanakan. Namun sekitar satu jam kemudian, kiriman burung puyuh akhirnya tiba. Warga yang masih bertahan di lokasi langsung mengantre untuk mendapatkan bagian.

Salah seorang warga, Lia, mengaku sempat mengira pembagian tersebut batal karena menunggu cukup lama tanpa kepastian. Ia mengetahui informasi itu melalui unggahan di Facebook dan datang sejak pagi hari. “Alhamdulillah, saya berhasil mendapatkan lima ekor burung puyuh. Rencananya akan dimasak untuk konsumsi keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jambewangi, Teguh Hariyanto, mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan pembagian puyuh gratis tersebut. Ia baru mendapat laporan setelah terjadi kerumunan warga di lokasi. “Saya ini baru saja serah terima jabatan. Setelah pelantikan, saya mendapat laporan dari masyarakat dan Danramil, kemudian datang ke sini untuk memastikan situasi tetap aman dan tertib,” katanya.

Teguh menegaskan, kegiatan tersebut tidak pernah dilaporkan kepada pemerintah desa maupun aparat keamanan setempat. Menurutnya, kegiatan yang berpotensi mengundang banyak orang seharusnya dikoordinasikan terlebih dahulu agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih tertib dan aman.

“Kalau mengumpulkan banyak orang, sebaiknya melapor kepada pemerintah desa. Tujuannya supaya kegiatan bisa diatur dengan baik dan apabila terjadi sesuatu ada koordinasi yang jelas,” pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.