Pakan Naik-Harga Telur Anjlok, Peternak Burung Puyuh Pasuruan Terancam Gulung Tikar

oleh -70 Dilihat
Panen telur burung puyuh.
Panen telur burung puyuh.

KabarBaik.co, Pasuruan – Usaha yang digagas oleh Pemerintah Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan melalui Badan Usama Milik Desa (Bumdes) yang ingin meningkatkan pendapatan asli desa melalui peternakan burung puyuh saat ini sudah enggan diteruskan.

Di kandang peternakan burung puyuh ada 4 ribu ekor yang setiap harinya menghasilkan telur 40 kilogram. Di awal tahun 2026 usaha ini sangat menjanjikan dengan harga telur mencapai Rp 35 per kilogramnya.

Dampak dari ekonomi yang tidak stabil membuat segala barang naik. Harga pakan pabrikan ikut naik drastis saat ini. Pakan burung puyuh per sak sebelumnya hanya Rp 310 ribu kini menjadi Rp 375 ribu. Sedangkan harga jual telur hanya Rp 20 ribu per kilogramnya.

“Kayak peribahasa hidup segan mati tak mau, apa yang dirasakan Bumdes ini sehari dua sak pakan dan harga jual anjlok,” kata Rohman, Direktur Bumdes Makmur Sejahtera, Rabu (22/7).

Untuk tetap bertahan hingga saat ini, Rohman meminta para pegawai menyiasati pola makan ternak dengan mencampur dedak sehingga kebutuhan pakan pabrikan berkurang.

“Pokok tetap produksi saat ini, soalnya hasil per hari apabila pakai pakan pabrikan saja hanya dapat Rp 50 ribu, belum ongkos pegawai 5 orang,” jelasnya.

Dirinya mengaku saat ini tantangan terbesar pada dunia peternakan imbas dampak ekonomi global, sudah banyak peternak yang tutup dan menjual burung puyuhnya untuk menghindari kerugian cukup besar.

“Sudah banyak teman peternakan burung puyuh sudah tutup, tidak kuat lagi beli pakan dan menjual burung puyuhnya sementara ini,” pungkas Rohman.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.