KabarBaik.co, Kota Mojokerto– Kejurprov Dayung Jawa Timur 2026 berlangsung meriah selama tiga hari dengan semangat sportivitas tinggi. Kota Mojokerto sebagai tuan rumah sukses menyelenggarakan ajang ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam pengembangan olahraga.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, menekankan pentingnya olahraga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, kejuaraan dayung bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai penting bagi para atlet.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mencari juara, tetapi juga membangun fondasi karakter yang kuat bagi generasi penerus bangsa,” ujar Ning Ita dalam keterangannya, Selasa (21/4)
Dalam kejuaraan tersebut, Kabupaten Mojokerto berhasil keluar sebagai juara umum. Sementara itu, Kota Surabaya menempati posisi kedua.
Ning Ita mengaku bangga atas capaian atlet Kota Mojokerto dalam ajang ini.
“Ini sebuah kebanggaan bagi saya selaku pemimpin atas prestasi dari atlet Kota Mojokerto,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Timur, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta seluruh atlet dan ofisial yang telah berkontribusi menyukseskan kejuaraan.
Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia, tidak hanya dari sisi prestasi tetapi juga sebagai investasi jangka panjang.
“Olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang tangguh, disiplin, dan berdaya saing,” tuturnya.
Kejurprov Dayung 2026 diikuti 12 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan melibatkan sekitar 350 atlet. Para peserta bertanding dalam berbagai kategori, mulai dari U-15, U-18, hingga kategori umum.
Keberhasilan penyelenggaraan ajang ini sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung pengembangan olahraga dan pembentukan karakter generasi muda. (*)








