KabarBaik.co – Suasana berbeda terasa di SDIT Brilliant Mojoagung, Desa Mancilan, Mojoagung, Jombang. Puluhan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi Jombang, sebuah program edukatif yang menghadirkan para profesional untuk berbagi pengalaman dan menumbuhkan cita-cita sejak dini.
Sejumlah relawan pengajar dari berbagai latar belakang profesi hadir langsung ke sekolah. Mulai dari bidan, apoteker, perawat, sanitarian kesehatan, entrepreneur, pengusaha bimbingan belajar, jurnalis, hingga petugas Dinas Perhubungan.
PIC Kelas Inspirasi Jombang, Ernest Renan, mengatakan kegiatan ini bertujuan membuka wawasan siswa sekolah dasar tentang beragam pilihan profesi yang ada di sekitar mereka.
“Kelas Inspirasi Jombang ini menghadirkan profesi-profesi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Harapannya, mereka jadi tahu bahwa pilihan cita-cita itu sangat banyak,” ujar Ernest, Sabtu (10/1).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan enam relawan pengajar, tiga relawan dokumentator, serta sekitar 24 relawan panitia. Seluruh relawan terlibat secara sukarela tanpa menerima bayaran.
“Semua yang terlibat murni relawan. Tidak dibayar sama sekali. Bahkan ada yang harus izin kerja atau mengambil cuti demi bisa ikut kegiatan ini,” kata Ernest.
Para relawan menyampaikan materi secara interaktif dan menyenangkan. Relawan bidan, misalnya, menjelaskan perannya dalam membantu persalinan. Sementara apoteker mengenalkan cara penggunaan obat yang benar, dan petugas Dinas Perhubungan memperkenalkan rambu-rambu lalu lintas kepada siswa.
Kelas Inspirasi Jombang kali ini juga mengusung tema International Women Day. Karena itu, sebagian besar relawan pengajar merupakan perempuan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa profesi apa pun bisa dilakukan oleh perempuan. Pekerjaan yang selama ini dianggap identik dengan laki-laki, seperti di Dinas Perhubungan, juga bisa dilakukan oleh perempuan,” ujar Ernest.
Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan mimpi dan semangat para siswa dalam merencanakan masa depan mereka. “Semoga Kelas Inspirasi ini bisa membuka cakrawala berpikir anak-anak dan membantu mereka meraih cita-cita,” tambahnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Jenaira Nur Haidar Nur Atma, 9, siswa kelas 2 SD, mengaku senang mengikuti Kelas Inspirasi.
“Tadi belajar sambil main. Diajari tentang bidan, jurnalis, sama apoteker. Seru, soalnya kalau sekolah biasa ngerjain soal banyak banget,” ujarnya polos.
Hal serupa dirasakan Muhammad Dafa Ibnu Hafiz (10), siswa kelas 4 SD. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.
“Tadi diajarin rambu lalu lintas sama tentang pengusaha. Senang dan bahagia, soalnya biasanya cuma belajar matematika. Kalau ini beda, belajar sambil main,” kata Dafa.
Ia pun berharap kegiatan serupa bisa kembali digelar di sekolahnya. “Semoga Kelas Inspirasi Jombang bisa datang lagi ke sini,” ujarnya. (*)









