Kemarau Mengancam Lahan Padi Lamongan, Rumah Pompa Bisa Suplai 600 Hektare Sawah

oleh -128 Dilihat
Peninjauan rumah pompa di Lamongan.
Peninjauan rumah pompa di Lamongan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mulai memetakan lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air sekaligus menjaga produktivitas pertanian di salah satu daerah lumbung pangan nasional tersebut.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah memperkuat sistem irigasi perpompaan dan perpipaan di wilayah yang pasokan airnya berpotensi terganggu.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dani Gartina meninjau sejumlah lahan pertanian di Desa Kramat, Lopang, dan Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Senin kemarin.

Peninjauan dilakukan hingga malam hari untuk melihat langsung kondisi lahan sekaligus kesiapan infrastruktur pengairan.

Dani mengatakan, salah satu lokasi yang ditinjau telah memiliki rumah pompa yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian seluas sekitar 600 hektare.

Namun, kapasitas tersebut masih perlu dioptimalkan. Salah satunya melalui dukungan jaringan irigasi serta penyambungan listrik secara resmi agar rumah pompa dapat beroperasi maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan, pemetaan lahan yang berpotensi mengalami kekeringan masih terus dilakukan.

Menurut dia, sebagian lahan telah mendapatkan intervensi melalui bantuan pompa maupun pembangunan irigasi perpipaan.

Adapun lahan yang belum mendapatkan dukungan akan dikompilasi untuk selanjutnya diusulkan memperoleh bantuan.

“Sejumlah lahan telah mendapatkan bantuan melalui program bantuan pompa dan irigasi perpipaan, sementara kebutuhan yang belum tertangani akan segera diusulkan untuk mendapatkan intervensi,” ujar Mugito.

Bantuan pompa dan irigasi perpipaan sebelumnya juga telah dimanfaatkan petani di Desa Jubel Kidul dan German, Kecamatan Sugio, serta sejumlah wilayah lainnya di Lamongan.

Pemkab Lamongan berharap penguatan infrastruktur pengairan tersebut dapat mengantisipasi kekurangan air selama musim kemarau.

Sebab, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan produktivitas tanaman sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di Lamongan.

Dengan pemetaan sejak awal dan intervensi pada lahan yang berpotensi terdampak, pemerintah berupaya agar ancaman kekeringan tidak sampai mengganggu pertanaman padi secara luas.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.