Kembali Terjadi, Petani di Dukun Gresik Meninggal Tersengat Kawat Listrik Jebakan Tikus

oleh -460 Dilihat
InShot 20250914 143954573

KabarBaik.co, Gresik – Kawat listrik yang digunakan sebagai penangkal hama tikus, kembali memakan korban jiwa. Kali ini, korbannya warga Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik berinisial M, 63 tahun.

Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu baru diketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Saat MH selaku menantu korban datang ke sawah untuk mencarinya.

Namun, saat tiba di sawah, MH dibuat terkejut. Sang mertua ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dalam keadaan tangan memegang kawat yang biasanya dipakai untuk menyetrum tikus.

MH lantas penghubungi perangkat desa setempat untuk selanjutnya evakuasi korban. Kemudian dilanjutkan ke Polsek Dukun dan Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis visum.

Lima Kasus Kematian Petani Gresik Akibat Kawat Listrik Jebakan Tikus Selama 2025

Korban dinyatakan sudah meninggal dunia akibat kawat listrik jebakan tikus di sawahnya sendiri. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Dukun AKP Slamet Priyono. Dalam keterangan tertulisnya, Slamet menyebut korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Warning! Sebulan 2 Orang Tewas Akibat Tersetrum Jebakan Tikus di Desa Ganggang Gresik, Terakhir di Sawah Kepala Dusun

“Anggota sudah mendatangi TKP, meminta keterangan saksi, melakukan pengamanan TKP, memasang police line dan menghubungi Ident Satreskrim Polres Gresik,” tutupnya.

Nyawa korban tidak tertolong setelah tersetrum kawat listrik jebakan tikus. Ditemukan luka bakar di tangan kanan korban.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.