KabarBaik.co, Jakarta – Ribuan warga yang terdampak kemarau di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendapat perhatian serius dari Kementerian Sosial (Kemensos). Salah satunya dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, bantuan tersebut disiagakan dan didistribusikan secara intensif untuk mengantisipasi krisis air yang terus meluas akibat belum turun hujan sejak Mei 2026.
“Sekarang distribusi dilakukan agar kebutuhan air bersih warga terdampak tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung,” kata Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/8).
Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos melaporkan bantuan air bersih tersebut menyasar 7.973 jiwa atau 2.681 kepala keluarga (KK). Mereka merupakan warga penyintas kekeringan di 22 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Pangandaran.
Kemensos dalam distribusi tersebut menggunakan satu truk tangki air dan enam tandon, berikut enam paket alat penjernih air untuk penampungan warga. Peta lokasi distribusi awal, penempatan tandon, serta instalasi alat penjernih air dipusatkan di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak.
Menurut Gus Ipul, dipilihnya wilayah tersebut karena menjadi salah satu area terdampak paling parah dengan 2.561 jiwa terdampak. Wilayah lain yang turut melapor krisis air yaitu Kecamatan Kalipucang dengan 2.231 jiwa terdampak, Parigi 1.708 jiwa, Cijulang, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Padaherang, dan Mangunjaya.
“Distribusi air akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan petugas di lapangan untuk melihat titik-titik yang perlu segera ditangani,” jelas Gus Ipul.
Sekjend PBNU itu mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam merespons kedaruratan, dengan menerapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan yang berlaku aktif hingga 30 September 2026 sehingga dukungan pemulihan bisa lebih cepat dan tepat. (*)







