KabarBaik.co, Sidoarjo — Kepulan asap hitam yang keluar dari cerobong pipa Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Recycle, Reduce (TPS 3R) Wadungasri, Kecamatan Waru, viral di media sosial. Video tersebut merupakan rekaman warga Wadungasri sendiri yang memperlihatkan asap hitam mengepul dari cerobong TPS 3R dengan caption ‘Iki lo pemandangan setiap pagi’.
Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Desa (Pemdes) Wadungasri. Setelah dilakukan pengecekan, munculnya asap hitam itu ternyata dipicu kesalahan salah satu petugas pemilah sampah yang baru bekerja.
Penanggung Jawab TPS 3R Wadungasri, Edi, 53, menjelaskan asap hitam bukan merupakan kondisi yang terjadi setiap hari. Menurutnya, petugas baru tersebut belum memahami sepenuhnya material yang boleh masuk ke tungku pembakaran.
“Sebetulnya itu masalah kesalahpahaman dan keteledoran dari karyawan kami. Kebetulan ada karyawan baru yang belum tahu prosedurnya, mana materi yang perlu dibakar dan mana yang tidak. Sebetulnya tiap hari itu asapnya putih, bukan hitam,” terangnya.
Edi mengatakan, material berupa kain bekas atau gombal ikut masuk ke dalam tungku pembakaran sehingga menghasilkan asap hitam pekat. Pihak pengelola TPS 3R kemudian melakukan pembinaan terhadap petugas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kepala Desa Wadungasri, Ainur Rofiq, menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang merasa terganggu akibat kejadian tersebut. Pemdes juga telah melakukan mediasi bersama warga sekitar TPS 3R dan menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut.
“Nggih, alhamdulillah tadi malam sudah menyetujui semua kesepakatan akan menindaklanjuti terkait asap hitam. Dan alhamdulillah warga sudah sepakat dan legowo. Memang di area tersebut ada juga yang pembakaran liar, kurang lebih jarak samping dari TPS. Waktu itu pembakaran liar itu biasanya dibakar malam hari dan itu menyebabkan asapnya ke warga,” terangnya.
Selain melakukan evaluasi terhadap petugas, Pemdes Wadungasri berencana melakukan pembenahan fasilitas TPS 3R. Salah satunya dengan memperbesar ukuran pipa cerobong sekaligus menambah ketinggiannya.
“Kemarin ada kelalaian dari pihak pemilah. Kebetulan ada materi yang ikut terbakar sehingga asapnya hitam. Kami akan evaluasi lagi, untuk cerobong pembakaran akan kita tinggikan lagi dan perbesar sekitar 10-12 inci,” tambahnya.
Pihak desa juga akan menindaklanjuti aktivitas pembakaran sampah secara terbuka di lahan pribadi warga yang berada di sebelah TPS 3R. Pembakaran yang dilakukan pada malam hari tersebut dinilai turut menyebabkan asap masuk ke permukiman warga.
Pemdes Wadungasri memastikan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti agar aktivitas pengolahan maupun pembakaran sampah tidak kembali mengganggu kenyamanan warga sekitar. (*)






