KabarBaik.co, Sidoarjo — Universitas Anwar Medika (UAM) menunjukkan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai aset penting untuk membangun sumber daya manusia masa depan. Komitmen itu diwujudkan melalui pemberian beasiswa 0 rupiah kepada masyarakat dan mahasiswa.
Sebelum memberikan 50 beasiswa 0 rupiah di Desa Singkalan kepada anak petani di desa, UAM sebelumnya telah memberikan 40 beasiswa 0 rupiah kepada mahasiswa. Artinya, secara keseluruhan terdapat 90 penerima yang mendapatkan kesempatan pendidikan tanpa terbebani biaya.
Program beasiswa 40 mahasiswa tersebut diberikan UAM bersama Yayasan RS Anwar Medika melalui program Beasiswa hingga Lulus. Dukungan pendidikan itu senilai Rp2,2 miliar dan diberikan sejak awal masuk kuliah hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Salah satu penerima manfaat, Dea Aila Ramadhani, 19, asal Desa Gebong, Babat, Lamongan mengaku sangat senang mendapatkan beasiswa dari Universitas Anwar Medika. Kesempatan tersebut membuatnya bisa menempuh pendidikan sekaligus mengejar cita-citanya tanpa harus memikirkan biaya kuliah.
“Saya sangat senang bisa menimba ilmu tanpa mengeluarkan uang. Alhamdulillah saya tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa ini. Saat ini saya bisa mengambil jurusan D3 Farmasi tahun akademik 2025/2026,” ungkap Dea gembira, Kamis (13/8).
Sebanyak 40 mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Teknologi Bisnis. Mereka tersebar di lima program studi, yakni D3 Farmasi, D3 Teknologi Laboratorium Medis, S1 Administrasi Kesehatan, S1 Sistem Informasi, dan S1 Rekayasa Perangkat Lunak.
Rektor Universitas Anwar Medika, Martina Kurnia Rohmah, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan pada masa mendatang. Karena itu, akses pendidikan perlu dibuka seluas-luasnya agar persoalan ekonomi tidak menghambat generasi muda meraih masa depan.
“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ini adalah investasi besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, adaptif, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tegas Martina.
Menurutnya, para penerima beasiswa tidak hanya diharapkan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi, memiliki kepedulian sosial dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut kemudian diperluas melalui pemberian 50 beasiswa 0 rupiah kepada masyarakat Desa Singkalan dalam kegiatan panen jagung bersama Polresta Sidoarjo. Program ini menjadi bentuk kepedulian UAM agar kesempatan memperoleh pendidikan juga dapat dirasakan masyarakat di tingkat desa.
Ketua Yayasan RS Anwar Medika, Akhmad Azis Setiahadi, mengatakan pihaknya meyakini pendidikan merupakan investasi yang paling penting untuk membangun kualitas manusia.
“Kami percaya bahwa setiap mahasiswa yang memiliki kemampuan dan kemauan belajar berhak memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan terbaiknya,” ujarnya.
Dengan pemberian 40 beasiswa sebelumnya dan 50 beasiswa di Desa Singkalan, UAM telah menunjukkan konsistensinya dalam memperluas akses pendidikan melalui skema 0 rupiah. Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa membangun manusia melalui pendidikan merupakan bagian dari investasi untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)






