Ketemu Zulhas, Petani Banyuwangi Minta Pembenahan Infrastruktur Pertanian

oleh -116 Dilihat
IMG 20260820 WA0033
Zulhas menghadiri acara bertajuk Jagongan Bareng Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) serta Petani se-Banyuwangi di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kamis (20/8). (Foto: Muhammad Ikhwan)

KabarBaik.co, Banyuwangi – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menghadiri acara bertajuk Jagongan Bareng Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) serta Petani se-Banyuwangi di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kamis (20/8).

Dalam pertemuan itu, pria yang akrab disapa Zulhas itu menyerap banyak aspirasi dari petani. Paling banyak disampaikan adalah masalah keandalan irigasi. Beberapa usulan di antaranya datang dari Dianto, petani dari Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, tentang saluran irigasi untuk mengatasi saat musim kemarau panjang.

“Kami mohon kepada pak Menteri masalah ini bisa diselesaikan secepatnya,” ujar Dianto kepada Menko Pangan yang turut didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono serta Tenaga Ahli Menko Bidang Pangan Guntur Priambodo.

Ketua Gabungan HIPPA Pesanggaran, Murtadho, turut mengusulkan perlunya normalisasi saluran tingkat sekunder akibat tingginya tumpukan sedimen lumpur yang menghambat pasokan air.

Selain infrastruktur irigasi, perwakilan petani juga mengusulkan agar proyek pembangunan saluran air pertanian ke depan dapat dilaksanakan menggunakan sistem swakelola masyarakat atau padat karya.

“Permintaan semua HIPPA itu kalau misalnya ada bangunan irigasu dari pemerintah harus diswakelolakakan pak,” ucap Tain, HIPPA asal Tegalsari ini.

Sementara, petani Muncar, Hariyadi, berharap realisasi perbaikan Jaringan Irigasi Tersier Dam Mendung dapat segera direalisasikan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Zulhas meminta pemerintah daerah segera membuat surat resmi berbagai usulan pertanian ke Kementerian PU dan tembusan ke Kemenko Pangan agar perbaikan infrastruktur pengairan vital dapat langsung ditindaklanjuti.

“Saya yang mengawal langsung, Pak Wabup dan Ibu Bupati tinggal bikin surat, tembuskan ke saya,” tegas Zulhas.

Zulhas mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar petani tidak boleh susah. Sehingga kalau irigasi rusak bisa cepat diperbaiki. Pemerintah pusat juga telah berkomitmen untuk tidak lagi melakukan impor beras guna memastikan kesejahteraan dan kemakmuran tetap dirasakan oleh petani Indonesia.

Ia menguraikan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional akan disokong melalui optimalisasi peran Koperasi Desa Merah Putih mulai akhir September mendatang.

Koperasi tersebut nantinya berfungsi mengamankan harga gabah minimal Rp 6.500 serta menyalurkan bantuan pupuk, alsintan, hingga penyediaan fasilitas cold storage. “Kita bisa makan kalau ada petaninya sehat, petaninya makmur. Yang maju dan dapat nikmat harus petani Indonesia,” kata Zulhas. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.