KabarBaik.co, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) secara resmi menerima 1.018 modul pembelajaran Sekolah Rakyat yang mencakup 177 mata pelajaran. Modul tersebut disusun melalui kolaborasi Kemensos dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk mendukung kebutuhan pembelajaran peserta didik Sekolah Rakyat.
Serah terima modul berlangsung dalam kegiatan bertajuk Serah Terima Modul Pembelajaran Sekolah Rakyat dan Bedah Buku Muslim Chaplaincy Indonesia: Bimbingan Rohani Muslim Berbasis Profesional, Arsitektur Ramah dalam Ruang Publik di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (20/8).
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico mengatakan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, kementerian/lembaga, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan lainnya. “Sekolah membutuhkan murid. Murid membutuhkan sekolah. Sekolah membutuhkan guru. Dan semuanya membutuhkan bahan pembelajaran atau modul ajar,” kata Robben.
Menurut Robben, penyusunan modul menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat. Mengingat program tersebut terus berkembang, modul yang telah disusun juga akan dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
“Modul ini bukan produk yang kemudian selesai. Setelah digunakan, kita evaluasi, kita lihat apa yang masih kurang dan kemudian kita sempurnakan,” ujarnya.
Robben juga menekankan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Pembentukan karakter serta pendampingan mental, spiritual, dan psikososial menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan peserta didik.
Hal tersebut sejalan dengan pelaksanaan bedah buku Muslim Chaplaincy Indonesia yang membahas penguatan layanan bimbingan rohani dalam ruang publik. “Hari ini kita menggabungkan dua kegiatan yang memiliki keterkaitan kuat, yaitu penyerahan modul pembelajaran dan bedah buku Muslim Chaplaincy Indonesia. Keduanya berbicara tentang manusia dan bagaimana kita membangun manusia,” kata Robben.
Ia menambahkan, sejumlah peserta didik Sekolah Rakyat telah menunjukkan perkembangan dan prestasi di berbagai bidang. Di antaranya menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional, meraih medali dalam olimpiade, serta berprestasi di bidang olahraga.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI Prof. Dr. Rudy Susilana, M.Si., mengapresiasi kepercayaan Kemensos kepada UPI dalam penyusunan dan pengembangan modul pembelajaran Sekolah Rakyat.
Rudy menjelaskan, penyusunan modul melibatkan akademisi UPI, unsur Sekolah Rakyat, serta pihak terkait lainnya. Menurutnya, pengembangan bahan pembelajaran tersebut tidak hanya menjadi pekerjaan akademik, tetapi juga bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik Sekolah Rakyat.
“Penyusunan modul ini bukan sekadar pekerjaan akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan bagi anak-anak Sekolah Rakyat,” ujar Rudy. UPI juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung pengembangan Sekolah Rakyat melalui sumber daya akademik dan tenaga pendidik sesuai kebutuhan program.
Kepala Biro Perencanaan Kemensos, Cecep Sulaeman menjelaskan, dari 1.018 modul yang diserahkan, sebanyak 322 modul dari 63 mata pelajaran telah disusun pada 2025. Sementara pada 2026, disusun tambahan 696 modul dari 114 mata pelajaran. Jika dirinci berdasarkan jenjang pendidikan, modul tersebut terdiri atas 73 mata pelajaran untuk jenjang SD, 44 mata pelajaran untuk SMP, dan 60 mata pelajaran untuk SMA.
Seluruh modul akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS), sehingga bahan pembelajaran dapat diakses secara digital oleh guru dan peserta didik. “Pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses terhadap bahan pembelajaran,” kata Cecep.
Selain serah terima modul, kegiatan diisi dengan bedah buku Muslim Chaplaincy Indonesia: Bimbingan Rohani Muslim Berbasis Profesional, Arsitektur Ramah dalam Ruang Publik. Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta secara luring dan 225 peserta secara daring.
Secara daring melalui Zoom, kegiatan diikuti oleh Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia, guru bimbingan dan konseling serta tenaga pendidik Sekolah Rakyat se-Indonesia, perwakilan pekerja sosial dan penyuluh sosial dari 34 sentra dan 6 balai, serta perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Kepala Biro Perencanaan Kemensos Cecep Sulaeman, Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi, Direktur Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laksmi Dewi, serta Direktur Pendidikan Agama Hindu Kementerian Agama I Ketut Sudarsana.
Kegiatan bedah buku dipandu moderator Dr. Hasim, M.Si., dengan narasumber Rr. Rhetno Arobiatul Jauzak, S.Tr.Keb. Adapun para penanggap yakni Kamil Ramadhan dari Google Al-Qur’an Indonesia, Tuti Alawiyah, MSSW, Ph.D., Dosen Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah, Tatang Husaini, Chairman Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI), serta Muhammad Rafiq Khan, Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia. (*)






