Kisah Inspiratif Jovan, Ubah Sapi Manja dan Kurus Jadi Buruan Kurban Presiden

oleh -134 Dilihat
Jovan Pratama, seorang peternak sapi asal Dusun Dusun Tegal Rejo, Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk
Jovan Pratama, seorang peternak sapi asal Dusun Dusun Tegal Rejo, Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk

KabarBaik.co, Nganjuk – Menjadi peternak pemula tentu memberikan tantangan tersendiri, terlebih saat harus menghadapi karakteristik hewan ternak yang unik.

Hal inilah yang dirasakan oleh Jovan Pratama, seorang peternak sapi asal Dusun Dusun Tegal Rejo, Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk.

Di antara sekian banyak peliharaannya, ada satu sapi berusia 1,5 tahun yang memiliki karakter paling manja sekaligus gampang stres, namun kini berhasil tumbuh dengan sangat baik, dan dibeli presiden Prabowo Subianto untuk kurban di masjid Nurul Huda Warujayeng nanti.

Saat ditemui di kandangnya, Jovan menceritakan bagaimana dinamika merawat sapi unik tersebut. Ia mengaku bahwa mengurus sapi yang satu ini membutuhkan kesabaran ekstra dibanding sapi-sapi lainnya.

“Susah menurut saya sapi ini. Ya dikarenakan sapi ini gampang stres,,” ujar pemilik kandang sapi Jin Chuan Farm tersebut, Senin (25/5) sore.

“Bahkan sapi ini manja loh. Kalau nyombor (memberi minum) bak-nya harus ditaruh di atas ini, kalau ditaruh di bawah dia nggak mau. Jadi harus dipegangin sama yang punya.” Tuturnya.

Meski sempat dibuat pusing dengan tingkah laku sang sapi yang pemilih dan sensitif terhadap perubahan pakan, Jovan kini bisa bernapas lega.

Usaha kerasnya membuahkan hasil yang di luar ekspektasi. Sapi yang dulunya dibeli dalam kondisi memprihatinkan, sekarang telah bertransformasi menjadi sapi yang sehat dan berbadan besar.

“Sukanya, alhamdulillah pertumbuhan dan perkembangan sapi ini sangat bagus menurut saya. Karena dulu awal beli sangat kurus, dan nggak ada pandangan kalau bisa sebesar ini,” tambahnya dengan nada puas.

Selain faktor kedekatan dan ketelatenan dalam memberi pakan, kunci sukses Jovan dalam menjaga kesehatan ternaknya adalah kedisiplinan dalam menjaga kebersihan kandang.

Di tengah ancaman berbagai penyakit ternak yang merebak, ia memiliki trik khusus agar sapinya tetap prima dan terhindar dari virus berbahaya.

“Kalau adanya wabah, kayak kemarin adanya virus PMK, LSD, bahkan yang terbaru ini ada SE, satu minggu sekali rutinkan saya semprot disinfektan 4 sampai 5 kali, jadi nggak mesti. Kalau pas ada wabah bahkan setiap hari saya semprot disinfektan,” jelas Jovan mengenai langkah preventifnya.

Kisah Joban ini menjadi bukti bahwa keterbatasan pengalaman bukan halangan untuk menghasilkan ternak berkualitas.

Dengan perawatan yang konsisten, menjaga higienitas kandang, serta memahami karakter unik dari setiap hewan, sapi yang awalnya kurus dan sulit diatur pun bisa berkembang secara maksimal.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.