Kisah Vitinha: Dianggap Remeh di Era Messi, Kini Jadi Maestro Baru Eropa

oleh -171 Dilihat
VTITINHA

KabarBaik.co, Jakarta- Vitinha resmi terpilih sebagai Pemain Terbaik (Man of the Match) dalam laga final Liga Champions 2025/2026 antara PSG vs Arsenal. Gelandang asal Portugal itu tampil luar biasa sebagai pengatur tempo permainan dan menjadi sosok paling berpengaruh di lini tengah PSG sepanjang pertandingan.

UEFA Technical Observer Group menyebut Vitinha sebagai pemain terbaik karena kemampuannya mengendalikan permainan, terutama di babak kedua, sekaligus terus mendorong timnya bermain agresif ke depan.

Usai mengalahkan Arsenal lewat adu penalti yang mendebarkan pada Sabtu (30/5/2026), Vitinha mengungkapkan kebanggaannya karena PSG berhasil menjuarai UEFA Champions League untuk kedua kali secara beruntun. Ia menegaskan bahwa timnya sangat layak menjadi yang terbaik di Eropa setelah menjalani musim yang luar biasa di bawah arahan Luis Enrique.

Meskipun tidak memiliki waktu yang cukup selama pramusim untuk bersiap, Vitinha memuji semangat juang rekan-rekannya yang selalu berusaha tampil maksimal dari nol ke seratus demi melewati pertandingan demi pertandingan hingga mencapai impian tertinggi mereka.

Baca Juga: Generasi Terbaik Portugal, Pertaruhan Terakhir Cristiano Ronaldo di Usia 41 Tahun

Namun, jalan Vitinha menuju ketenaran tidak selalu semulus ini. Beberapa tahun yang lalu, ia sempat dianggap sebagai gelandang dengan fisik kecil, kurang cepat, dan dinilai tidak akan mampu memberikan dampak di pertandingan besar.

Ketika PSG masih diperkuat megabintang seperti Lionel Messi, banyak pihak percaya bahwa gelandang Portugal itu belum memenuhi harapan. Media Eropa bahkan sempat mengabarkan bahwa Messi tidak sepenuhnya puas dengan penampilan Vitinha di awal-awal kehadirannya di Parc des Princes, saat PSG masih berjuang mencari identitas dan keseimbangan gaya bermain.

Sepak bola selalu memberi penghargaan kepada mereka yang gigih. Di bawah polesan taktik Luis Enrique, Vitinha secara bertahap bertransformasi dari yang semula hanya dianggap sebagai pemain penghubung pendukung, kini menjelma menjadi pusat dan otak dari seluruh sistem permainan PSG.

Baca Juga: PSG Sukses Tambah Trofi, Ini Daftar Juara Liga Champions Tahun 1956 hingga 2026

Kemampuannya untuk mengontrol tempo, mempertahankan penguasaan bola di bawah tekanan, melepaskan diri dari pressing lawan, serta memberikan umpan akurat menjadikannya jantung dari mesin tim yang sangat terorganisir. Setelah bertahun-tahun mengejar mimpi Eropa dengan mengumpulkan bintang-bintang besar, PSG akhirnya menemukan formula kemenangan sejati lewat kolektivitas tim dengan Vitinha sebagai motor utamanya.

Keberhasilan PSG mempertahankan trofi Liga Champions di musim 2025/2026—setelah pertama kali meraihnya pada 2024/2025—menegaskan status baru mereka sebagai penguasa Eropa.

Di saat yang sama, performa monster Vitinha di atas lapangan hijau berhasil menghancurkan rekor-rekor legendaris milik mantan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez. Dalam pertandingan final penentu melawan Arsenal tersebut, Vitinha berhasil menyelesaikan 141 umpan akurat, sebuah catatan fantastis yang menyamai rekor sepanjang masa milik Xavi untuk umpan sukses terbanyak di satu laga final kompetisi tertinggi Eropa ini.

Baca Juga: Hasil Akhir Final Liga Champions 2026: Menang Penalti Atas Arsenal, PSG Back to Back Juara

Bukan hanya bersinar dalam satu pertandingan puncak, bintang berusia 26 tahun ini juga menciptakan musim yang bersejarah secara keseluruhan. Vitinha mencetak rekor baru dengan total 1.320 operan sukses dalam satu musim Liga Champions, melampaui catatan 1.299 operan yang diukir Xavi pada musim 2012/2013 silam.

Statistik performanya di musim ini benar-benar menakjubkan dengan tingkat akurasi umpan mencapai 93,44%, yang menjadikannya salah satu yang tertinggi di Eropa. Berdasarkan data resmi UEFA, ia sukses menyelesaikan 1.456 dari total 1.543 umpan di Liga Champions musim ini, sekaligus menyumbangkan kontribusi nyata berupa 6 gol dan 1 assist dari 17 pertandingan.

Ketangguhan visi bermain Vitinha juga teruji saat ia mencetak rekor pribadi klub dengan menyelesaikan 148 dari 152 operan hanya dalam satu pertandingan di babak perempat final. Dari seorang pemain yang awalnya diragukan dan dianggap tidak layak memimpin lini tengah, Vitinha kini telah menembus jajaran elit gelandang terbaik dunia.

Ia memang tidak memiliki kecepatan eksplosif layaknya penyerang sayap dan tidak mencetak puluhan gol setiap musim, namun kemampuannya mengendalikan ruang dan tempo menjadikannya jiwa dari gaya bermain PSG.

Lewat keberhasilan back-to-back juara Eropa, maestro baru ini tidak hanya membuktikan para peragunya salah, tetapi juga menegaskan bahwa sepak bola modern masih memiliki panggung megah bagi para seniman lapangan tengah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.