KabarBaik co, Surabaya – Tembok mental lawan seolah runtuh saat ribuan pasang mata dan gemuruh teriakan volimania Jawa Timur meledak di Jawa Pos Arena di final four Proliga 2026 seri Surabaya. Tuah suporter terbukti bukan sekadar pemanis tribun, melainkan jadi salah satu senjata mematikan di atas lapangan.
Kehadiran mereka menjadi “pemain ketujuh” yang menyuntikkan energi magis, mengantarkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia meraih dua kemenangan telak 3-0 atas Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN, sekaligus pemuncak klasemen Final Four Proliga 2026.
Namun, pesta di Kota Pahlawan barulah babak awal dari sebuah pertempuran besar. Duel sesungguhnya, masih belum usai.
Untuk menjaga nyala api juara musim ini tetap berkobar, skuad asuhan Alessandro Lodi kini harus bersiap melakukan ekspedisi tandang yang sangat krusial. Lanjutan putaran Final Four akan segera bergeser ke wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Seri Solo (9-12 April), kemudian Seri Semarang (16-19 April).
Benteng Terakhir Kebanggaan Jawa Timur
Di sinilah panggilan jiwa sesungguhnya diserukan kepada seluruh warga Gresik dan Jawa Timur. Gresik Phonska Plus saat ini tidak hanya bermain untuk lambang di dada, tetapi memikul kehormatan sebagai satu-satunya tim asal Bumi Majapahit di medan Final Four Proliga 2026. Mereka adalah benteng terakhir kebanggaan olahraga voli Jatim yang sedang dikepung oleh kekuatan ibu kota.
Dua kemenangan sapu bersih di Seri Surabaya telah membuktikan bahwa kehebatan taktik dan kedalaman skuad Gresik Phonska Plus menjadi berkali-kali lipat lebih mengerikan ketika didukung langsung oleh sorakan suporter. Tekanan psikologis yang diciptakan oleh volimania Jatim sukses membuat mesin-mesin poin asing lawan mengalami “mati kutu” dan merusak komunikasi mereka di atas lapangan.
Meninggalkan zona nyaman di Surabaya dan bermain di Solo serta Semarang tentu menghadirkan tantangan psikologis yang berbeda. Tanpa gemuruh dukungan di tribun, ancaman kebangkitan tim-tim kuat Jakarta bisa menjadi batu sandungan yang fatal.
Karena itu, dukungan spartan dari warga Gresik dan Jawa Timur mutlak dibutuhkan untuk terus mendampingi langkah para srikandi voli ini. Volimania Jatim diharapkan melakukan ‘invasi’ damai, membirukan dan menguningkan tribun arena di Solo maupun Semarang. Jangan biarkan Arneta Putri Amelian, Annie Mitchem, Oleksandra Bytsenko, dan kawan-kawan berjuang sendirian di tanah rantau.
Satu Nyali: Mahkota Juara di Yogyakarta
Setiap teriakan, setiap tabuhan genderang, dan setiap doa dari pinggir lapangan di Solo dan Semarang nanti adalah bahan bakar krusial yang akan melicinkan jalan Gresik Phonska Plus.
Jika nyala api dukungani terus dijaga dan estafet semangat Bumi Majapahit ini sukses dikawal melintasi Jawa Tengah, maka tiket menuju Grand Final di Yogyakarta nanti bukan lagi sekadar impian. Terus rapatkan barisan, siapkan atribut kebanggaan, dan kawal satu-satunya wakil Jawa Timur untuk membawa pulang mahkota juara Proliga 2026 kembali ke tanah para pemenang! (*)






